Article

Diam Untuk Mendengar

Saturday, 01 February 2020

Kisah Maria dan Marta merupakan satu-satunya cerita yang tertulis dalam Injil Lukas. Tentu penulis Injil ini memiliki alasan khusus untuk memuat atau menceritakan perjumpaan antara Tuhan Yesus dengan Maria dan Marta. Kalau kita memperhatikan kisah ini, penulis Injil Lukas sengaja menempatkan perjumpaan Tuhan Yesus dengan Maria dan Marta ini diantara dua hal penting, yaitu antara pengajaran mengenai mengikut Tuhan Yesus dengan pengajaran mengenai pusat keagamaan kita.

Bila kita membaca ayat 39 sampai 42 kita menemukan beberapa pesan yang ingin disampaikan oleh penulis Injil Lukas ini bagi para pembacanya. Ia mencoba memperbandingkan sikap Maria dan Marta ketika mereka berjumpa dengan Tuhan Yesus. Mari kita melihat perbandingan tersebut. Dikatakan: ketika Tuhan Yesus datang, Maria duduk dekat kaki Tuhan Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya. Sedangkan Marta sibuk sekali melayani (ayat 39). Yang satu berdiam diri dan berkonsentrasi mendengarkan pengajaran yang diberikan. Sementara yang lain, sibuk melakukan pekerjaan. Yang satu mengambil waktu untuk mengisi diri, yang satu lagi sibuk memberi diri. Yang satu menyediakan diri menjadi murid, yang satu lagi menyediakan diri menjadi seorang pelayan. Yang satu sedang beristirahat, sementara yang lain sibuk bekerja.

Selanjutnya, Injil Lukas juga memaparkan atau memperbandingkan dua respon yang berbeda dari Tuhan Yesus terhadap Maria dan Marta. Respon pertama adalah, Tuhan Yesus tidak memenuhi permintaan Marta. Bahkan sebaliknya, membiarkan Maria bergabung dengan para murid-Nya. Perbandingan kedua, perbuatan Marta dianggap sebagai perbuatan yang menyusahkan diri sendiri. Sedangkan perbuatan Maria dinilai oleh Tuhan Yesus sebagai tindakan yang terbaik dalam hidupnya.

Melihat perbandingan yang ditulis oleh Lukas dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita, bukankah melayani Tuhan merupakan tugas yang penting sama pentingnya dengan kita mendengarkan firman Tuhan. Tetapi dalam konteks ayat ini seolah-olah Tuhan lebih memuji orang yang duduk mendengarkan perkataan Tuhan, dibandingkan dengan orang yang menyibukkan diri dalam pelayanan. Tetapi yang menjadi persoalan utamanya adalah mana yang harus menjadi prioritas. Sebab tidak mungkin seseorang dapat memberikan pelayanan yang terbaik, bila ia sendiri tidak memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan dan pengenalan yang baik itu hanya didapat bila kita memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan Tuhan, yaitu kesediaan untuk mendengarkan dan melakukan firman-Nya.

Kami Peduli

Masukkan Alamat E-mail Anda untuk berlangganan dengan website Kami.

Apakah anda anggota jemaat GKY Mangga Besar?