Kebejatan Manusia dan Cinta Kasih Tuhan

Sunday, 25 April 2021


Manusia dilahirkan bukan dalam keadan murni, polos dan tanpa dosa, bukan seperti kertas putih kosong lalu karena pengaruh lingkungan menjadi tercemar oleh dosa. Alkitab dengan jelas dan tegas menyaksikan bahwa manusia dilahirkan dengan status sebagai orang berdosa.  Daud dalam Mazmur 51:7 bersaksi, ”Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.” Daud yang dijuluki, man after God own’s heart atau orang yang dikenan di hati Allah, mengaku bahwa sebelum dilahirkan atau saat ia masih dalam kandungan, ia sudah dalam keadaan berdosa.  Alkitab mengajarkan bahwa manusia dilahirkan sebagai orang berdosa, dalam keadaan rusak, depravity.  Yang menjadi pertanyaannya, seberapa rusak atau depravity-nya manusia akibat dosa ini.  Apakah hanya sebagian rusaknya atau total kerusakannya? Pertanyaan ini membawa kita kepada pembahasan tema hari ini: total depravity.

Satu kali surat kabar terkemuka di London, The Times pernah mengajukan pertanyaan kepada warga Inggris yang terkemuka pada saat itu.  Pertanyaannya: “Apa yang salah dengan Inggris sekarang ini?” Banyak yang menjawab ini dan itu.  Namun ada satu jawaban menarik dari G.K Chesterton.  Jawabannya singkat tetapi sangat tepat.  Ia hanya menulis: ”Saya,” Chesterton tahu siapa dirinya yang adalah bagian dari umat manusia yang sudah mengalami kejatuhan. Masalah ultimat dengan umat manusia sejak kejatuhannya adalah DOSA.  Manusia yang sudah jatuh dalam dosa inilah yang Chesterton akui sebagai sumber munculnya segala masalah.

Pada saat terjadi bencana Topan Katrina yang melanda Teluk Meksiko, di New Orleans, Amerika Serikat beberapa tahun yang lalu: satu bencana yang sangat mengerikan yang mengakibatkan lebih dari 80% kota-kota di sana terendam air laut, dan puluhan ribu orang tewas tersapu banjir.  Seorang yang selamat ketika diwawancarai reporter televisi berkata: “Pada hari-hari pertama murni bencana akibat alam, tetapi beberapa hari kemudian muncul bencana susulan yang lebih menakutkan.  Bencana susulan ini diakibatkan ulah manusia, yaitu penjarahan, perampokan dan perkosaan.  Ini sungguh tragis!  Sama-sama ditimpa bencana alam, tetapi mereka masih tega-teganya berbuat jahat demikian rupa kepada sesamanya.”

Manusia berdosa mengalami hidup penuh masalah dan yang lebih parah lagi,  manusia berdosa menciptakan masalah.  Mengapa?  Karena pada dasarnya manusia sudah rusak total akibat dosa.  Ini menunjukkan kebenaran ajaran Alkitab yang oleh para teolog disebut sebagai total depravity atau total inability, yaitu; “kerusakan total manusia akibat dosa.”  Alkitab mengajarkan sejak kejatuhan Adam ke dalam dosa, manusia mengalami kerusakan total.

ARTI KERUSAKAN TOTAL

Banyak yang salah menafsirkan arti dari Total Depravity (kerusakan total)--atau sering disebut juga Total Inability (ketidakmampuan total).  Kerusakan total tidak berarti bahwa manusia sebegitu jahatnya dan sampai tingkat maksimum bejatnya. Tidak berarti pula bahwa manusia tidak mampu melakukan perbuatan baik, atau sama sekali tidak dapat membedakan hal yang baik dari yang jahat. Bukan pula berarti bahwa manusia senang melakukan semua dosa dan tidak bisa menghargai kebaikan.

Arti kerusakan total mengacu pada natur orang yang jatuh ke dalam dosa, bukan hanya pada perbuatannya.  Kata "total" berarti bahwa setiap aspek dari manusia - pikiran, emosi, kemauan dan tubuh, dan lainnya – telah rusak oleh dosa dan seluruh umat manusia, sejak Adam dan Hawa--kecuali Yesus Kristus-- telah lahir dengan natur sebagai orang berdosa, terasing dari Tuhan dan berada dalam pemberontakan melawan Tuhan.

Kerusakan total dalam relasi dengan Tuhan ini berarti bahwa sejak kejatuhan Adam, manusia hidup di bawah kutukan dosa, serta segala tindakannya didasarkan pada ikatan dosa.  Status sebagai orang berdosa ini membuat manusia tidak mampu untuk mencari Tuhan, menyenangkan Tuhan, mengasihi Tuhan, memuliakan Tuhan, atau mempercayai Injil yang membuatnya dapat diselamatkan.  Seluruh diri manusia (baik tubuh, pikiran/pengertian, perasaan hati, hati nurani, kemauan/kehendak) sudah dikotori, dirusak, dipengaruhi secara negatif oleh dosa. Sehingga tidak ada satu bagian pun di dalam diri manusia yang tidak dipengaruhi secara negatif oleh dosa.  Titus 1:15 Alkitab berkata: “Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.”

PERCIKAN-PERCIKAN API YANG TERSISA

Namun demikian, meski rusak total tetapi setiap manusia masih memiliki percikan-percikan dari keadaannya sebagai gambar Allah dalam beberapa aspek yaitu: Kasih natural (natural love) : kasih sayang alami yang dirasakan di antara sesama manusia (pernikahan, keluarga, pertemanan, dll). Memperoleh anugerah umum (common grace) Allah. Pengetahuan dasar tentang Allah: setiap orang betapapun ia memusuhi dan berdosa terhadap Tuhan, mereka mengetahui bahwa Allah itu ada dan bahwa Allah itu baik, kudus, mahakuasa dll.

DOSA DAN KEBERDOSAAN

Kita perlu membedakan terlebih dahulu antara istilah dosa (sin) dan keberdosaan (sinfulness).  Dosa adalah suatu tindakan manusia yang melanggar hukum Tuhan, sedangkan keberdosaan menyangkut sifat dasar manusia berdosa.  Jadi, seorang Kristen yang sifat keberdosaannya sudah dihilangkan karena dilahirbarukan (2 Korintus 5:17) masih dapat jatuh ke dalam dosa atau berbuat dosa, karena ia masih mempunyai kebiasaan-kebiasaan dan kecondongan untuk berbuat dosa (Roma 7:20-23). Ringkasnya, perbandingan dari keduanya adalah; Dosa dihakimi berdasarkan Firman Tuhan. Sebaliknya, keberdosaan, adalah sifat pemberontak yang ada pada diri orang yang belum dilahirbarukan terhadap Tuhan.  Sifat keberdosaan ini begitu universal dan menyeluruh, seperti yang tercantum dalam I Raja-raja 8:46, dikatakan: "karena tidak ada manusia yang tidak berdosa " sehingga Kitab Suci berkali-kali mengatakan bahwa tidak ada seorang manusia pun yang baik (selain Tuhan Yesus tentu saja).  Pengkhotbah 7:20 : “Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tidak pernah berbuat dosa!” 1 Yohanes 1:8, 10: “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam diri kita. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.” Roma 3:23: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah.”

MANUSIA BERADA DALAM KEADAAN MATI ROHANI KARENA DOSA

Dalam surat Efesus 2:1-3, Rasul Paulus mengatakan karena dosa sesungguhnya kita ini sudah mati, yaitu mati rohani.  Jadi, kita semua, sebelum berada di dalam Kristus, adalah orang mati.  Orang yang mati tidak dapat mendengar, tidak dapat menjawab serta tidak dapat datang apabila dia dipanggil.  Demikian juga dengan kita yang mati rohani; kita tidak akan dapat mendengar dan menghargai Injil, kita juga tidak akan bisa menanggapi panggilan-Nya, apalagi bertobat karenanya.  Kita tidak mampu, karena kita telah mati secara rohani.  Satu-satunya jalan agar kita dapat bertobat dan diselamatkan adalah jika Allah mau menghidupkan rohani kita , yaitu dengan melahir-barukan diri kita.  Tanpa dihidupkan terlebih dahulu, kita tidak akan rindu untuk mendengar Injil, juga tidak mungkin bertobat serta beriman.  Inilah yang disebut sebagai total depravity.

MANUSIA TIDAK DAPAT BERBUAT BAIK YANG MEMBUAT DIA

DIBENARKAN OLEH TUHAN

Manusia yang mati secara rohani bukan hanya tidak akan mampu tetapi juga tidak mau bertindak memuliakan Tuhan. Kehendak bebasnya, bukanlah ia gunakan untuk memilih antara yang baik dan yang jahat, melainkan untuk memilih antara yang jahat dan yang lebih jahat.  Orang tersebut tidak akan mencari Tuhan.  Kita orang berdosa bukan hanya karena kita berbuat dosa; kita berdosa karena pada dasarnya kita adalah orang berdosa.  Inilah yang dimaksud dengan total depravity.

Lalu apakah ini menjadi akhir kisah hidup manusia? Kalau ia tidak mampu berbuat baik, tetap dalam keadaan dosa dan dan berada dalam murka Allah. Karena kerusakan totalnya tidak mampu menyelamatkan dirinya. Lalu bagaimana manusia dapat diselamatkan?

KASIH ALLAH DAN KISAH MANUSIA IDAMAN: MANUSIA DISELAMATKAN OLEH ANUGERAH ALLAH MELALUI IMAN KEPADA YESUS KRISTUS

Dalam ketiga Injil, baik Matius 19:16-26, maupun Markus 10 dan Lukas 18 menceritakan tentang seorang yang datang kepada Yesus dan bertanya; "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Siapakah yang datang pada Yesus? Ia adalah orang yang; Masih muda (20), Banyak harta (22), Sangat kaya (Luk. 18:23), Berkuasa/pemimpin (Lukas 18:18), Sehat (Markus 10:17).

Bagaimana moralnya?  Ia menaati hukum taurat; Hukum ke 5 - Hormati ayah ibu,  Hukum ke 6 - Jangan membunuh, Hukum ke 7 - Jangan berzinah, Hukum ke 8 - Jangan mencuri, Hukum ke 9 - Jangan mengucapkan saksi dusta, Hukum ke 10 - Jangan mengingini hak sesamamu dan mempraktekan hukum kasih - Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.  Ia telah melakukan semuanya itu sejak masih muda.  Luar biasa!  Cukupkah bagi dia untuk memperoleh kepastian hidup yang kekal? Ternyata tidak cukup. Ia sadar ada keresahan dalam hatinya bahwa semua kesuksesannya itu tidak menjaminnya memperoleh hidup yang kekal.  Ini bibit adanya kesadaran akan total depravity.   Itulah yang membuatnya berlari-lari untuk datang kepada Yesus.  Ia sudah benar dalam memperaktekkan hukum Taurat, ia juga sudah benar untuk datang kepada Yesus, tapi sayang kisah ini berakhir dengan sedih (sad ending story).  Matius 19:22 menuliskan: ”Ketika orang muda itu mendengar perkataan (Yesus) itu, pergilah ia dengan sedih...” Mengapa ia gagal?  Karena ia salah mengenal Yesus (16), ia juga salah konsep dalam beragama (16,20).  Meski nampak religius, tapi pola hidupnya sekuler.  Yakobus 2:10 mengatakan: “Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian daripadanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.”

Meskipun di mata dunia orang ini adalah manusia idaman (muda, kaya, pemimpin, sehat, moralnya baik), tetapi di mata Allah ia sudah rusak total, total depravity.  Kalau demikian siapa yang bisa diselamatkan? Manusia mana yang bisa tanpa pernah salah sedikit pun selama hidupnya?  Manusia mana yang bisa mendapatkan hidup kekal dengan segala kesuksesan dan perbuatan baiknya? Tidak ada! karena ia sudah rusak total.  Kata Yesus, ini seperti seekor unta masuk melalui lubang jarum. Mustahil!

Kalau begitu masih adakah harapan bagi manusia untuk selamat dan beroleh hidup yang kekal?  Matius 19:26, Yesus menjawab: ”Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.” Yesuslah satu-satunya jawaban dan harapan bagi manusia akan hidup yang kekal.  Dia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang, yaitu orang berdosa yang sudah total depravity.  Orang muda tadi bertanya: ”Guru perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?  Tentu ini adalah pertanyaan yang salah, yang benar adalah bukan apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal, melainkan: “Tuhan apa yang sudah Engkau perbuat supaya aku memperoleh hidup yang kekal?

Apa yang Yesus sudah perbuat bagi kita?  Tuhan Yesus adalah Allah yang telah datang ke dalam dunia menjadi manusia dan melawat kita.   Yesus sudah mati bagi kita.  Dia telah memberikan nyawa-Nya bagi kita supaya kita diselamatkan dari kematian kekal di neraka dan memperoleh hidup yang kekal.

Karena total depravity, di hadapan Allah kesalehan kita seperti kain kotor. Nabi Yesaya berkata, “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor.” (Yesaya 64:6).  Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23).  Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita (Roma 6:23).  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16). Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Efesus 2:8).  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9) dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa (1 Yoh 1:7).  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kisah Rasul 4:12).  Dialah Tuhan Yesus Kristus, satu-satunya yang dapat memberikan hidup yang kekal.  Maukah kita menerima jaminan hidup yang kekal? Percaya dan terimalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu secara pribadi, niscaya engkau akan beroleh hidup yang kekal.  Amin - Soli Deo gloria

 



Disampaikan dalam ibadah umum GKY Mangga Besar-Minggu, 25 April 2021

Oleh Pdt. Joni Sugicahyono



 


Kami Peduli

Masukkan Alamat E-mail Anda untuk berlangganan dengan website Kami.

Apakah anda anggota jemaat GKY Mangga Besar?