Kedaulatan Allah atas Kelemahan Kita

- 1 Raja-Raja 12:1-24 -

Saat suku-suku Israel yang tinggal di bagian Utara datang meminta keringanan menyangkut kewajiban mereka terhadap raja, Raja Rehabeam meminta waktu untuk berunding dengan para penasihatnya sebelum memberi jawaban. Para tua-tua menasihati agar raja menjawab rakyat dengan kata-kata yang baik untuk memenangkan hati mereka. Sayang, ia mengabaikan nasihat itu dan memilih untuk mengikuti nasihat orang-orang muda yang sebaya dengannya, yaitu menghadapi tuntutan itu dengan sikap keras, sehingga rakyat marah dan sepuluh suku Israel yang tinggal di sebelah Utara memberontak terhadap kekuasaan Raja Rehabeam. Dengan demikian, terpenuhilah ucapan yang Tuhan sampaikan kepada Yerobeam dengan perantaraan Nabi Ahia (12:15), Sepuluh suku Israel diberikan Tuhan kepada Yerobeam. Kesombongan dan kebodohan Raja Rehabeam dan teman-teman sebayanya membuat Kerajaan Israel terpecah dua! Sepuluh suku Israel di bagian Utara menobatkan Yerobeam menjadi raja Kerajaan Israel Utara. Ingatlah bahwa keturunan Yusuf dihitung sebagai dua suku, yaitu suku Efraim dan suku Manasye. Suku Lewi tidak ikut dihitung karena tempat tinggal mereka tersebar di seluruh Israel, bagian Selatan maupun bagian Utara. Hanya suku Yehuda dan suku Benyamin saja yang tetap setia kepada keluarga Raja Daud yang menguasai Kerajaan Yehuda atau Israel Selatan. Tuhan tetap setia kepada janji yang Ia berikan kepada Raja Daud (2 Samuel 7:16), yaitu bahwa keturunan dan kerajaannya tidak akan musnah. Janji bahwa Mesias akan berasal dari keturunan Daud pasti akan terwujud. Raja Rehabeam tidak dapat membatalkan perjanjian itu, tetapi dia bisa menodainya.

Raja Rehabeam berusaha mengambil kembali Israel Utara. Ia mengerahkan tentaranya untuk memerangi kaum Israel. Namun, firman Tuhan menghentikan niatnya. Dia mendengaran firman Tuhan (12:24). Kita perlu mengakui inisiatif Allah. Ia campur tangan melalui firman-Nya agar raja tidak melanjutkan kebodohannya. Ketika ia mengikuti firman Tuhan, itu adalah langkah kebijaksanaannya yang pertama. Pernahkah Anda mengalami keadaan serba salah yang diakibatkan oleh kesalahan dan kekerasan hati Anda sendiri? Saat Anda berada dalam keadaan seperti itu, apakah Anda bersedia merendahkan diri dan mendengarkan serta menaati firman Tuhan. [Sung]

Friday, 23 July 2021

Kedaulatan Allah atas Sejarah

- 1 Raja-Raja 11:14-43 -

Kata “tragedi” berasal dari kata Yunani tragos—artinya “kambing”— dan oide—artinya “lagu”. Secara harfiah, kata “tragedi” berarti “nyanyian kambing”. Kemungkinan, kata “tragedi” itu berasal dari praktik dalam festival drama Yunani, yakni praktik memberi seekor kambing yang tidak disukai sebagai hadiah hiburan bagi pihak yang kalah. Jadi, “tragedi” didefinisikan sebagai “drama yang berakhir dengan tokoh utama tidak bahagia atau berakhir dengan bencana yang disebabkan oleh kelemahan moral.” Jadi, kehidupan Raja Salomo merupakan sebuah tragedi, karena hidupnya berakhir dengan bencana yang disebabkan oleh kelemahan moral dan rohani. Meskipun sebagian besar tahun hidupnya diwarnai dengan kebijaksanaan dan kekayaan, hidupnya berakhir dengan menerima “kambing”, yaitu “hadiah hiburan”. Munculnya masalah tak bisa dihindarkan lagi! Zaman keemasan Israel dan pemerintahan Raja Salomo akan segera berakhir! Kedaulatan Allah terlihat dalam bacaan Alkitab hari ini. Allah membangkitkan beberapa lawan bagi Raja Salomo, yakni: Pertama, Hadad, keturunan raja Edom yang menikah dengan adik perempuan istri Firaun (11:14-22). Kedua, Rezon bin Elyada, raja Aram (11:23-25). Ketiga, Yeroboam bin Nebat, seorang Efraim dari Zereda yang dinubuatkan— oleh Nabi Ahia—akan menjadi raja atas sepuluh suku Israel (11:26-39). Surat Kabar maupun sejarawan biasa tidak mungkin menuliskan peristiwa ini dengan menyebut campur tangan Allah atas berakhirnya kejayaan pemerintahan Raja Salomo. Yang mereka lakukan hanya mencari hubungan sebab-akibat, faktor yang berpengaruh, dan motif yang menyebabkan terjadinya suatu peristiwa. Perhatikan bahwa munculnya tiga musuh Raja Salomo ini disebut secara terus terang sebagai disebabkan oleh “jari tangan” Allah yang berdaulat.

Tindakan Allah terhadap Raja Salomo itu sesuai dengan prinsip yang telah Dia kemukakan sebelumnya dalam perjanjian-Nya dengan Raja Daud (lihat 2 Samuel 7:14). Secara konsisten, Allah melaksanakan tindakan yang telah Dia umumkan sebelumnya. Kita harus selalu setia kepada Allah. Tidaklah cukup bila kita hanya memulai segala sesuatu— rumah tangga, pekerjaan, dan pelayanan—dengan benar, yaitu di dalam Tuhan, tetapi kita harus setia sampai akhir. Apakah Anda telah berusaha untuk selalu menempuh jalan yang benar? [Sung]

Thursday, 22 July 2021

Hati yang Diinginkan Allah

- 1 Raja-Raja 11:1-13 -

Bacaan Alkitab hari ini dimulai dengan sebuah berita yang tidak enak, yaitu bahwa Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing— yakni perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het—selain anak Raja Firaun (11:1). Para perempuan asing ini berasal dari keluarga bangsawan negara-negara tetangga. Tujuan pernikahan ini tidak sepenuhnya menyangkut masalah seksual, tetapi untuk membentuk aliansi politik yang memperkuat negara. Adalah buruk bahwa Raja Salomo mengikuti adat istiadat zamannya dan mempraktikkan poligami. Perhatikan bahwa para perempuan yang menjadi istri-istrinya itu banyak yang berasal dari negara-negara yang telah Allah peringatkan secara spesifik untuk dihindari (11:2). Seharusnya Raja Salomo memahami dan menyadari bahwa Tuhan telah melarang pernikahan kawin campur dengan orang Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. Ketahuilah bahwa Tuhan melarang pernikahan campur bukan karena alasan suku, tetapi karena alasan rohani, yaitu bahwa para istrinya itu bisa mencondongkan hati Raja Salomo kepada allah-allah yang mereka sembah.

Kemerosotan spiritual Raja Salomo terjadi di tahun-tahun terakhir pemerintahannya. Istri-istrinya memalingkan hatinya kepada allah-allah lain (11:3-4). Hasilnya bisa ditebak: Raja Salomo mengikuti Asytoret, yaitu dewi orang Sidon, serta mengikuti Milkom, yaitu dewa kejijikan orang Amon (11:5). Kemudian, Raja Salomo mendirikan bukit pengorbanan untuk istri-istrinya, sehingga mereka dapat melanjutkan penyembahan terkutuk mereka, yaitu dengan membakar dupa dan mempersembahkan korban bakaran untuk Kamos dan Molokh (11:7–8). Kemerosotan spiritual Raja Salomo memperlihatkan bahwa dosa bekerja secara amat halus, yaitu melalui kecondongan hati. Kata “hati” muncul lima kali (11:2–4). Masalah hati adalah masalah yang tidak terlihat oleh mata. Sebelum Raja Salomo mendirikan bukit pengorbanan yang terlihat oleh mata, perselingkuhan rohani sudah dimulai dari dalam hati. Perselingkuhan rohani ini terjadi secara bertahap. “Sebab pada waktu Salomo sudah tua, istri-istrinya itu mencondongkan hatinya kepada allahallah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, seperti Daud, ayahnya.” (11:4). Proses ini berlangsung bertahun-tahun. Apakah Anda telah memohon agar Roh Kudus memberikan kepekaan terhadap tipu daya dosa? [Sung]

Wednesday, 21 July 2021

Menjadi Terang Bagi Dunia

- 1 Raja-Raja 10 -

Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bahwa pemerintahan Raja Salomo begitu mulia sehingga para pemimpin dunia datang untuk menemuinya. Tampaknya, sebagian kekayaan Raja Salomo merupakan hadiah dari para pengagumnya (10:24-25). Kabar tentang Raja Salomo membuat Ratu Syeba datang untuk menguji dengan memberikan tekateki. Saat melihat hikmat Raja Salomo dan semua aktivitasnya (10:3-5), Ratu Syeba tercengang. Ia memuji hikmat Raja Salomo dengan mengatakan bahwa orang-orang di dalam istana Raja Salomo berbahagia sebab mereka bisa melayani raja yang besar dan kaya serta menyaksikan hikmatnya (10:8). Selain itu, Ratu Syeba juga memuji Tuhan karena Ia telah berkenan kepada Raja Salomo sedemikian, hingga Ia mendudukkan Raja Salomo di atas takhta kerajaan Israel (10:9). Pernyataan ini sangat berarti bagi Raja Salomo sebab Raja Salomo bukanlah anak sulung Raja Daud. Raja Salomo memiliki beberapa kakak laki-laki. Oleh karena itu, dipilihnya dirinya sebagai raja merupakan campur tangan Tuhan yang menghendaki agar dia yang menjadi raja, bukan kakak-kakaknya.

Perkataan Ratu Syeba, “Terpujilah TUHAN, Allahmu, ...” (10:9) adalah contoh tentang apa yang Allah ingin lakukan untuk bangsa Israel. Ia telah berjanji kepada umat Israel bahwa jika mereka taat kepada-Nya, Ia akan memberkati mereka secara sangat luar biasa, sehingga semua bangsa di dunia memuliakan Tuhan dan takut—dalam arti “hormat”— terhadap mereka (Ulangan 28:1,10). Sebaliknya, jika mereka tidak taat, Ia akan menghukum mereka (Ulangan 28:15-26). Kisah Ratu Syeba—yang mencari Raja Salomo setelah mendengar hikmatnya, lalu memuji Tuhan setelah menyaksikan kenyataan yang melampaui apa yang ia dengar— merupakan contoh sikap yang sepantasnya bagi orang yang mendengar pengajaran Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus jauh melampaui Raja Salomo, bukan hanya dalam hal hikmat, tetapi dalam segala hal (Matius 12:42). Sebagian besar orang Yahudi tidak percaya kepada-Nya meskipun telah melihat tanda kemesiasan-Nya. Apakah Anda sudah memberi respons yang sepantasnya terhadap anugerah Allah yang dianugerahkan kepada Anda di dalam Kristus? Apakah keselamatan yang Anda terima telah mengubah hidup Anda? [Sung]

Tuesday, 20 July 2021

Setia kepada Allah

- 1 Raja-Raja 9 -

Penampakan diri Tuhan yang kedua kali kepada Raja Salomo merupakan kesempatan berharga, sama seperti penampakan pertama (9:2; 3:4-15). Pada penampakan kedua ini, Tuhan menguduskan Bait Suci sebagai sarana anugerah, tempat orang Israel mendapat akses kepada kehadiran Allah (9:3). Tuhan meyakinkan Raja Salomo bahwa dia akan menikmati berkat Tuhan bila ia hidup seperti Raja Daud, ayahnya (9:4– 5). Akan tetapi, suasana pembicaraan kemudian berubah menjadi tidak menyenangkan: Jika Raja Salomo dan keturunannya tidak beriman kepada Tuhan, bangsa Israel akan kehilangan tanah pusaka mereka, dan Bait Suci akan menjadi reruntuhan (9:6-7). Peristiwa itu bisa dilihat oleh siapa saja (9:8-9). Ketidaksetiaan Raja Salomo dan anak-anaknya akan membuat umat Israel dihakimi, sebab rakyat pasti akan meniru ketidaksetiaan raja mereka. Usaha yang dilakukan oleh Raja Salomo (9:10-28) dapat dibagi dalam empat bidang: Pertama, dalam bidang politik, Raja Salomo membalas kebaikan Raja Hiram yang telah sangat membantu dalam pembangunan Bait Suci dan kompleks istana dengan memberi 20 kota di wilayah Galilea. Sayangnya, Raja Hiram menganggap 20 kota itu kurang bermanfaat untuk perdagangan, sehingga akhirnya dikembalikan kepada bangsa Israel (bandingkan dengan 2 Tawarikh 8:2). Kedua, dalam bidang pertahanan, Raja Salomo membangun beberapa fasilitas militer. Dalam pembangunan ini, ia mempekerjakan orang-orang rodi dari bangsa nonYahudi sebagai kebijakan terhadap bangsa yang mereka taklukkan.

Ketiga, dalam bidang agama, ia mengatur agar tiga perayaan tahunan dirayakan secara teratur. Keempat, dalam bidang perdagangan, ia bekerja sama dengan Raja Hiram. Anak buah Raja Hiram yang menguasai masalah kelautan mendampingi anak buah Raja Salomo. Dengan demikian, mereka sama-sama mendapat keuntungan. Raja Salomo harus setia kepada Tuhan. Tuhan telah memberi tahu Raja Salomo akibat yang akan terjadi bila ia tidak setia. Tuhan telah menjelaskan dan memperingatkan dengan tegas, sehingga kita bisa memahami bahwa kesetiaan itu sangat penting. Ingatlah bahwa Tuhan itu baik. Sadarkah Anda bahwa peringatan keras yang Ia berikan— mungkin ancaman dalam peringatan itu menakutkan—merupakan anugerah Allah yang diberikan untuk kebaikan kita? [Sung]

Monday, 19 July 2021

 Prev 1 2 3 4 Next  Last

Kami Peduli

Masukkan Alamat E-mail Anda untuk berlangganan dengan website Kami.

Apakah anda anggota jemaat GKY Mangga Besar?