Hidup untuk Melayani Satu dengan yang Lain 彼ć¤ćśŤäľŤçš„生活
Pdt. Freddy Lay – 1 Korintus 哥林多前书 10:23-33
Ringkasan Khotbah
Apa yang dimaksud dengan kehidupan pelayanan? Mungkin kita langsung memikirkan kepengurusan, pelayanan di gereja, jadwal tugas, aksi sosial, atau misi dan penginjilan. Namun, apakah di luar hal-hal itu berarti kita tidak perlu melayani?
Dalam 1 Korintus 10:23–33, Paulus menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya tidak hanya berbicara tentang apa yang boleh dilakukan, tetapi juga tentang apa yang berguna dan membangun. Benar belum tentu berguna. Yang sungguh berguna adalah yang benar dan sekaligus membangun. Karena itu, fokus hidup orang percaya bukan mencari keuntungan atau kesenangan diri sendiri, melainkan bagimana hidup kita memuliakan Tuhan dan membangun yang lain.
Paulus juga mengingatkan bahwa kita tidak selalu memiliki pengetahuan dan pertumbuhan rohani yang sama. Karena itu, kebebasan yang kita miliki harus dipakai dengan tanggung jawab, dengan memikirkan hati nurani dan pertumbuhan rohani orang lain. Apa pun yang kita lakukan, pertanyaannya adalah: apakah itu memuliakan Tuhan, dan apakah itu membawa orang lebih dekat kepada Tuhan? Karena itu, kita dapat mengimani beberapa hal.
- Kebebasan dipakai untuk hal yang benar dan berguna
Kebebasan adalah pemberian Tuhan, tetapi harus dipakai untuk hal yang benar dan berguna. Apa yang Tuhan beri kepada kita adalah kesempatan untuk melanjutkan kasih Tuhan kepada sesama. Sering kali apa yang kita miliki hanya kita pakai untuk diri sendiri, padahal Tuhan juga memberikan kesempatan agar kita memakainya bagi orang lain. - Kebebasan dipakai untuk melayani, membangun, dan menyelamatkan
Melampiaskan ego itu mudah. Tetapi menahan ego, memilih melakukan yang baik dan benar, dan hidup konsisten dalam kebaikan adalah bentuk pelayanan bagi sesama. Pelayanan seperti ini tidak dilakukan untuk mencari balasan. Hidup kita pun seharusnya menjadi sarana yang membawa orang kepada Tuhan. - Kebebasan dipakai untuk melayani dan memuliakan Tuhan
Sering kali kita fokus pada keberhasilan pelayanan, tetapi Tuhan juga melihat kehidupan sehari-hari kita. Yang membekas di hati banyak orang bukan hanya pelayanan yang terlihat, tetapi juga cara hidup kita. Di tempat kerja, dalam komunitas, dan dalam relasi sehari-hari, ada orang-orang yang dapat kita perhatikan dan layani. Cara hidup kita adalah pelayanan dan ibadah kita. Karena itu Paulus berkata, “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.”
Kebebasan sejati adalah ketika kita memilih untuk mengasihi, membangun, dan menjadi serupa Kristus. Kasih karunia Tuhan selalu cukup dan sanggup menopang kita. Semua ini bukan karena kemampuan kita, tetapi karena anugerah Tuhan.
DISKUSIKAN:
- Mengapa Paulus menekankan bahwa tidak semua yang “boleh” itu berguna dan membangun? Apa bahayanya jika orang percaya hanya berpikir dari sisi “boleh atau tidak boleh”?
- Dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana kebebasan yang kita miliki bisa dipakai untuk membangun orang lain, bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri?
- Menurut Saudara, mengapa cara hidup sehari-hari orang percaya juga merupakan bentuk pelayanan, bukan hanya tugas-tugas di gereja?
REFLEKSIKAN:
- Selama ini, apakah saya lebih sering memakai kebebasan dan kesempatan yang Tuhan beri untuk diri sendiri, atau sungguh memakainya untuk melayani dan membangun orang lain?
- Dalam keputusan-keputusan saya sehari-hari, apakah yang lebih saya pikirkan: kenyamanan dan keuntungan diri saya, atau kemuliaan Tuhan dan pertumbuhan orang lain?
Kiranya Tuhan memberkati Saudara