Thanksgiving
Pengumuman 1

 

 

 

 

 

 

 

Live Streaming

 

 
Berkathidup.net

JADWAL IBADAH

Kebaktian Umum I

Bahasa Indonesia

Hari Minggu

Ibadah Onsite Ruang Kebaktian Utama dan Online Youtube Channel GKY Mangga Besar

Pukul 07:30 WIB

Kebaktian Umum II

Bahasa Indonesia & Mandarin

Hari Minggu

Ibadah Onsite Ruang Kebaktian Utama dan Online Youtube Channel GKY Mangga Besar

Pukul 10:00 WIB

Kebaktian Umum III

Bahasa Indonesia

Hari Minggu

Youtube Channel GKY Mangga Besar

Pukul 17:00 WIB

INFORMASI KEGIATAN

Renungan Harian Gema

Kesenyapan di atas Popularitas

- 1 Raja-Raja 19:9-18 -

Tidak jarang, masa pandemi menjadi ladang yang subur bagi banyak orang—termasuk gereja—untuk menambah popularitas dan kesuksesan. Hasil riset dari Google (salah satu mesin pencarian yang ternama di dunia) terhadap tren tahun 2020 di Indonesia menunjukkan bahwa ada begitu banyak orang yang mencari tahu bagaimana membuat usaha kecil (UMKM), menjadi YouTuber, dan menjadi reseller dari barang-barang yang sudah terkenal atau yang ingin dibuat terkenal. Semua orang mau menjadi terkenal, karena menjadi terkenal—populer, sukses—dianggap bisa memberikan kepuasan hidup. Namun, kesimpulan kita bisa berubah bila kita bercermin pada kisah Elia. Tidak bisa dipungkiri bahwa Elia baru saja sukses mengalahkan 450 nabi Baal melalui peperangan fenomenal, yaitu saat “api Tuhan menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.” (18:38). Seharusnya, Elia sangat bangga terhadap kesuksesan itu! Namun, pernyataan Izebel (19:2) membuat Elia takut dan melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Kisah itu menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu berujung pada kepuasan hidup. Namun, yang perlu kita perhatikan bukan sekadar tentang kesuksesan dan ketakutan Elia, tetapi tentang Tuhan yang tidak hanya menyatakan diri melalui tindakan yang fenomenal—api, gempa bumi, angin badai—tetapi juga di dalam kesenyapan. Melalui “bunyi angin sepoi-sepoi basa” (19:12), Tuhan hadir bagi Elia dan menguatkan panggilan-Nya terhadap Elia. Kesenyapan Tuhan bekerja itu membuat Elia tidak sadar bahwa Tuhan sudah menyisakan 7000 orang di Israel, “yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia” (19:18). 7000 orang percaya yang tetap setia kepada Tuhan itu dipelihara oleh tangan Tuhan yang bekerja dengan senyap, bukan melalui usaha manusia yang fenomenal. Perenungan ini dapat direalisasikan oleh gereja di masa pandemi bila gereja sungguh-sungguh bergumul untuk menemukan kehendak Tuhan, lalu menaati kehendak Tuhan untuk melakukan hal-hal yang Allah kehen- daki. Hai gereja Tuhan, mari mereformasi diri dengan melaksanakan kehendak Tuhan, bukan mengikuti arus tren dunia. Biarkan Tuhan me- nguatkan kita untuk melakukan pekerjaan yang sudah Ia siapkan, bukan dengan cara dunia, tetapi dengan cara Tuhan.

Friday, 29 October 2021

Lihat Lebih banyak

ARTIKEL MINGGUAN

Kami Peduli

Masukkan Alamat E-mail Anda untuk berlangganan dengan website Kami.

Apakah anda anggota jemaat GKY Mangga Besar?

Sampaikan Pokok Doa Anda.

Kami hadir untuk mengasihi dan menolong kehidupan Anda. We care because God cares about you and your life. Silahkan tuliskan permohonan doa Anda pada form dibawah.