Letter of Pastor

Mendiami Orang Percaya

- Yohanes 14:15-24 -

Dalam Yohanes 14:16, Tuhan Yesus berkata, “Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.” Dalam Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari, kata “menyertai” ini diterjemahkan sebagai “tinggal bersama”. Jadi, ayat di atas memperlihatkan adanya karya Allah Roh Kudus dalam diri orang percaya, yaitu tinggal/mendiami orang percaya. Allah Roh Kudus itulah yang mencurahkan kasih Allah di dalam hati kita (Roma 5:5), melahirbarukan orang percaya (Yohanes 3:5), membaptiskan orang percaya (1 Korintus 12:13), serta memeteraikan orang percaya sebagai jaminan keselamatan (Efesus 4:30). Kata “memeteraikan” adalah terjemahan kata Yunani Sphragizo yang dapat berarti “mengamankan”. Jadi, kehadiran Allah Roh Kudus dalam diri orang percaya mengamankan status / menjamin keselamatan orang percaya selama-lamanya.

Apakah dampak berdiamnya Allah Roh Kudus dalam diri orang percaya? Pertama, Rasul Paulus mengingatkan kita untuk menyadari bahwa diri kita adalah Bait Roh Kudus (1 Korintus 6:19). Saat melakukan apa pun, secara tidak langsung kita juga mengajak Allah Roh Kudus melakukannya. Jagalah kekudusan hidup dan kemurnian hati kita di hadapan Tuhan karena Allah tinggal di dalam diri kita. Saat kita makan, berlibur, browsing, posting foto di Instagram atau Facebook, posting perkataan di Tweeter, atau saat sendirian, apakah semua yang kita lakukan mencerminkan bahwa kita adalah pelayan Allah dan bahwa Roh Allah tinggal di dalam kita?

Kedua, saat menghadapi dosa, terkadang muncul tuduhan dari si jahat yang berkata, “Kamu mana mampu berhenti dari dosa ini? Sudah puluhan kali kamu jatuh bangun, paling-paling kamu hanya sanggup bangkit sebentar lalu kamu akan jatuh kembali, iya kan? Kamu tidak layak meminta pengampunan kepada Tuhan!” Sering kali, saat kita mau bangkit meninggalkan dosa, muncul tuduhan dalam hati kita bahwa kita tidak mungkin bangkit dan mengalahkan dosa. Apa yang harus kita lakukan dalam kondisi seperti itu? Kita dapat mengingat bahwa dalam hidup kita, ada Allah Roh Kudus yang tinggal di dalam diri kita. Kita tidak mampu, tetapi kasih karunia dan kuasa Roh Allah—yang sama dengan Roh yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang mati—akan memampukan kita untuk menang terhadap dosa (lihat Roma 8:11). [FL]

Monday, 25 May 2020

Menginsyafkan Dunia akan Dosa

- Yohanes 16:4b-15 -

Seluruh karya Kristus di dunia merupakan karya sejarah yang hanya dapat dirasakan, diingat, dan disadari oleh manusia dengan pertolongan Allah Roh Kudus. Itulah sebabnya, Tuhan Yesus berkata, “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.” (16:7a). Saat Tuhan Yesus kembali kepada Allah Bapa, Dia mengutus Allah Roh Kudus untuk menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (16:8). Kata “menginsafkan” adalah terjemahan dari kata Yunani “Elegcho” yang berarti membuktikan, meyakinkan, menerangi. Kehadiran Allah Roh Kudus membuat manusia di dalam dunia ini sadar akan adanya dosa, kebenaran dan penghakiman. Selain itu, kehadiran Allah Roh Kudus juga menahan pekerjaan si pendurhaka yaitu si Iblis yang merusak dunia melalui kejahatan dan dosa (2 Tesalonika 2:7). Allah Roh Kudus hadir di tengah dunia untuk membatasi kejahatan. Walaupun tidak ada penyebutan Roh Kudus dalam 2 Tesalonika 2, bisa diduga bahwa yang menahan kedurhakaan atau si pendurhaka adalah Allah Roh Kudus.

Kedua karya Allah Roh Kudus di dalam dunia—yaitu menciptakan dunia dan bersaksi tentang Kristus—berkaitan dengan dua kebenaran yang penting untuk kita perhatikan: Pertama, Allah tidak pernah mencip-takan kejahatan di dalam dunia. Sekalipun demikian, perlu disadari bahwa kejahatan tidak muncul begitu saja, tetapi muncul karena adanya penyimpangan dari apa yang baik yang telah Tuhan ciptakan. Sebagai contoh: Perzinahan adalah penyimpangan dari seks yang kudus yang merupakan sesuatu yang baik di hadapan Tuhan. Allah terus bekerja menahan kejahatan di dunia ini. Jikalau Allah membiarkan dunia ini dipenuhi kejahatan, mudah dibayangkan betapa hancurnya jika dunia ini dikuasai oleh kejahatan. Sudahkah Anda bersyukur kepada Allah yang telah membatasi kejahatan yang ada di dunia ini? Kedua, Allah terus bekerja menyatakan kebenaran di dunia bahwa Ia akan membawa setiap perbuatan manusia—baik yang baik maupun yang jahat—ke dalam pengadilan Tuhan (2 Korintus 5:10), sehingga manusia menyadari keberdosaan dirinya serta menyadari bahwa dirinya membutuhkan Juruselamat. Manusia tidak akan merasa membutuhkan Juruselamat sebelum ia menyadari bahwa ia tidak berdaya melawan dosa. Apakah Anda bergantung kepada Allah Roh Kudus saat berusaha menyadarkan orang-orang yang sedang Anda doakan untuk menjadi sadar akan dosa, kebenaran, dan penghakiman Kristus? [FL]

Sunday, 24 May 2020

Menciptakan Dunia & Bersaksi Tentang Kristus

- Yohanes 15:18-27 -

Kejadian 1:2 memperlihatkan bahwa sewaktu penciptaan, Allah Roh Kudus hadir serta berperan dalam menciptakan dunia. Saat Allah menciptakan manusia pun, Allah Roh Kudus juga terlibat (Kejadian 1:26, Tuhan berfirman, “Baiklah Kita ...”). Dalam Ayub 26:13a tertulis, “Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah,... .” Kata nafas di dalam bahasa Ibrani—yaitu ruwach—berarti Roh. Allah Roh Kudus berkuasa atas dunia dan segala isinya karena Allah Roh Kudus terlibat dalam penciptaan dunia.

Selain menciptakan dunia, karya Allah Roh Kudus dalam dunia adalah untuk bersaksi tentang Kristus. Dalam Yohanes 15:26, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Roh Kebenaran akan bersaksi tentang diri-Nya. Apakah hal itu berarti bahwa para murid Tuhan Yesus tidak perlu bersaksi? Tidak! Mereka tetap harus bersaksi (Yohanes 15:27), karena Allah Roh Kudus hadir mendiami setiap orang percaya untuk bersaksi tentang Kristus. Saat ini, kehadiran Allah Roh Kudus memampukan manusia untuk mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Karya Allah Roh Kudus dalam dunia—yaitu menciptakan dunia ini dan bersaksi tentang Kristus—mengajarkan dua hal kepada kita: Pertama, dunia yang indah merefleksikan keindahan Sang Pencipta. Bayangkan bahwa diri Anda berada di suatu tempat yang amat indah. Anda bisa menikmati udara yang segar, bunga yang berwarna-warni, aliran sungai yang bersih, gunung-gunung yang menjulang tinggi, langit yang cerah, dan matahari yang bersinar. Keindahan alam ini sewajarnya membuat pikiran kita tertuju kepada pribadi Allah yang amat kreatif dan berkuasa menciptakan alam semesta ini. Kapankah terakhir kali doa Anda dipenuhi dengan kekaguman akan Allah? Kedua, bersaksi tentang Kristus kepada orang-orang yang belum mengenal Dia bukanlah murni pekerjaan atau usaha kita sendiri, tetapi pekerjaan Allah di dalam diri kita. Saat kita menemukan kesulitan dalam bersaksi—ditolak, ditentang, diejek, direndahkan—datanglah kepada Allah untuk memohon kekuatan, sehingga kita dimampukan untuk bersaksi tentang Kristus kepada dunia. Bila Anda ingin bersaksi, tetapi Anda tidak tahu cara melakukannya, yang perlu Anda lakukan adalah memohon supaya Tuhan memperlengkapi diri Anda, sehingga Anda bisa menjadi saksi-Nya. Jika gereja mengadakan pembinaan untuk menjadi saksi Kristus, sediakanlah waktu untuk mengikuti pembinaan itu. [FL]

Saturday, 23 May 2020

Menciptakan Dunia & Bersaksi Tentang Kristus

- Yohanes 15:18-27 -

Kejadian 1:2 memperlihatkan bahwa sewaktu penciptaan, Allah Roh Kudus hadir serta berperan dalam menciptakan dunia. Saat Allah menciptakan manusia pun, Allah Roh Kudus juga terlibat (Kejadian 1:26, Tuhan berfirman, “Baiklah Kita ...”). Dalam Ayub 26:13a tertulis, “Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah,... .” Kata nafas di dalam bahasa Ibrani—yaitu ruwach—berarti Roh. Allah Roh Kudus berkuasa atas dunia dan segala isinya karena Allah Roh Kudus terlibat dalam penciptaan dunia.

Selain menciptakan dunia, karya Allah Roh Kudus dalam dunia adalah untuk bersaksi tentang Kristus. Dalam Yohanes 15:26, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Roh Kebenaran akan bersaksi tentang diri-Nya. Apakah hal itu berarti bahwa para murid Tuhan Yesus tidak perlu bersaksi? Tidak! Mereka tetap harus bersaksi (Yohanes 15:27), karena Allah Roh Kudus hadir mendiami setiap orang percaya untuk bersaksi tentang Kristus. Saat ini, kehadiran Allah Roh Kudus memampukan manusia untuk mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Karya Allah Roh Kudus dalam dunia—yaitu menciptakan dunia ini dan bersaksi tentang Kristus—mengajarkan dua hal kepada kita: Pertama, dunia yang indah merefleksikan keindahan Sang Pencipta. Bayangkan bahwa diri Anda berada di suatu tempat yang amat indah. Anda bisa menikmati udara yang segar, bunga yang berwarna-warni, aliran sungai yang bersih, gunung-gunung yang menjulang tinggi, langit yang cerah, dan matahari yang bersinar. Keindahan alam ini sewajarnya membuat pikiran kita tertuju kepada pribadi Allah yang amat kreatif dan berkuasa menciptakan alam semesta ini. Kapankah terakhir kali doa Anda dipenuhi dengan kekaguman akan Allah? Kedua, bersaksi tentang Kristus kepada orang-orang yang belum mengenal Dia bukanlah murni pekerjaan atau usaha kita sendiri, tetapi pekerjaan Allah di dalam diri kita. Saat kita menemukan kesulitan dalam bersaksi—ditolak, ditentang, diejek, direndahkan—datanglah kepada Allah untuk memohon kekuatan, sehingga kita dimampukan untuk bersaksi tentang Kristus kepada dunia. Bila Anda ingin bersaksi, tetapi Anda tidak tahu cara melakukannya, yang perlu Anda lakukan adalah memohon supaya Tuhan memperlengkapi diri Anda, sehingga Anda bisa menjadi saksi-Nya. Jika gereja mengadakan pembinaan untuk menjadi saksi Kristus, sediakanlah waktu untuk mengikuti pembinaan itu. [FL]

Saturday, 23 May 2020

Roh Kudus Bukan Sekadar Kuasa!

- Kisah Para Rasul 5:1-11 -

Allah Roh Kudus bukan sekadar kuasa, melainkan salah satu pribadi Allah Tritunggal yang sejajar—tidak lebih rendah atau lebih tinggi—dengan Allah Bapa dan Allah Anak (Yesus Kristus). Dalam bacaan Alkitab hari ini, dikisahkan tentang sepasang suami istri—yaitu Ananias dan Safira—yang mendustai Roh Kudus (5:3). Sebutan “Roh Kudus” itu kemudian diganti menjadi “Allah”, “... engkau bukan hanya mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” (5:4). Secara tidak langsung, Rasul Petrus memberi tahu jemaat bahwa Roh Kudus bukan hanya sekadar kuasa, tetapi salah satu pribadi Allah. (Perhatikan bahwa dalam 10:38, Allah Roh Kudus itu dibedakan dengan kuasa Allah). Pribadi Allah Roh Kudus itu sempurna, sama seperti pribadi Allah Bapa dan Allah Anak.

Di dalam Alkitab, kita bisa melihat beberapa karakteristik (ciri khas) dari Allah Roh Kudus. Pertama, Allah Roh Kudus itu cerdas. Dialah yang mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan orang percaya akan semua perkataan Tuhan Yesus (Yohanes 14:26). Kedua, Allah Roh Kudus itu memiliki emosi. Dia bisa berduka cita bila orang percaya—yang adalah Bait Allah—hidup di dalam dosa (Efesus 4:30). Ketiga, Allah Roh Kudus itu memiliki kehendak. Adanya kehendak membuat Allah Roh Kudus memberikan karunia-karunia rohani kepada setiap orang percaya secara khusus—seperti yang Dia kehendaki—untuk membangun tubuh Kristus (1 Korintus 12:11). Ketiga karakteristik Allah Roh Kudus di atas memperlihatkan bahwa Roh Kudus bukan sekadar kuasa yang impersonal (tidak berpribadi), melainkan merupakan suatu Pribadi yang memiliki kecerdasan, emosi, dan kehendak.

Jika Anda telah memahami bahwa Roh Kudus bukan sekadar kuasa yang ada dalam kehidupan orang percaya, melainkan merupakan Pribadi Allah sendiri, apakah Anda telah memperlakukan Dia secara semestinya sebagai Allah yang harus disembah dalam kehidupan Anda? Apakah Anda telah benar-benar bersandar kepada-Nya dan menantikan pimpinan-Nya dalam seluruh kehidupan Anda? Sudahkah Anda memohon agar Anda bisa memahami dan melakukan firman Tuhan yang menjadi penuntun kehidupan Anda setiap hari? Apakah saat ini ada hal-hal yang menggelisahkan hati Anda dan Allah Roh Kudus mendorong Anda untuk mengaku dosa dan berbalik kembali kepada Allah? Kiranya Allah Roh Kudus senantiasa menjadi sumber kekuatan, penghiburan dan pengharapan bagi kehidupan Anda saat ini. [FL]

Friday, 22 May 2020

 1 2 3 Next  Last

Kami Peduli

Masukkan Alamat E-mail Anda untuk berlangganan dengan website Kami.

Apakah anda anggota jemaat GKY Mangga Besar?