Event

Paskah

Lent 2020 - Sympathy of Christ

LENT - 8 April 2020

 

 

Rabu, 8 April 2020

Sympathy for the Sinner

 

“Yesus berkata:‘Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’ Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.” – Lukas 23:34

Tindakan membalas kejahatan dengan kejahatan adalah sesuatu yang manusiawi, namun mengampuni adalah sesuatu yang Tuhan tuntut terjadi dalam hidup umat-Nya yang telah menerima pengampunanNya. Tersakiti adalah hal yang biasa, namun kita tak boleh membiarkannya berubah menjadi dendam. Lukas 23:34 mencatat perkataan pertama Tuhan Yesus di atas kayu salib. Pertanyaannya: benarkah orang-orang yang menyalibkan Tuhan Yesus tidak tahu apa yang telah mereka perbuat kepadaNya?  Saudaraku, mereka sebenarnya tahu segala hal yang mereka perbuat kepadaNya, namun mereka tidak menyadari yang menjadi penyebab perbuatan mereka adalah kejatuhan mereka ke dalam dosa yang memiliki akibat kebinasaan. 

Kalimat pertama Tuhan Yesus di atas kayu salib menunjukkan kasih terdalam dari Tuhan Yesus pada manusia berdosa. Ia tahu manusia berdosa tidak akan pernah menyadari keberdosaannya dan akibat yang akan ditanggungnya. Saat Tuhan Yesus memperkatakan kalimat tersebut, Ia bukan hanya berkata-kata tanpa melakukan apa pun, sebaliknya Ia memperkatakan kalimat tersebut sambil mengorbankan diriNya sebagai jalan pendamaian (bdk. Ibr. 9:22). Pada zaman dahulu, setiap orang yang dihukum mati oleh pemerintah Roma biasanya akan berkata “biarlah kematianku menebus segala dosa dan kesalahanku.” Namun, perkataan pertama Tuhan Yesus di atas kayu salib memiliki makna “biarlah kematianKu mendamaikan dosa manusia dengan Allah.”

Saudaraku, kasih Tuhan Yesus pada kita orang berdosa sangat besar, namun hal apakah yang menjadi penghalang bagi kita untuk dapat mengampuni sesama kita? Apakah kebanggaan diri dan ego kita menjadi penghalang bagi kita untuk mengampuni mereka ataukah karena kita kurang memaknai pengampunan yang Ia berikan melalui pengorbananNya di kayu salib?

“Tuhan Yesus, ampunilah saya ketika saya kurang memaknai pengampunanMu dengan sikap saya yang tidak dapat mengampuni orang-orang yang telah menyakiti saya.  Tuhan, mampukanlah saya untuk hidup di dalam kasihMu, sehingga saya dapat mengampuni mereka.  Di dalam nama Tuhan Yesus, saya berdoa.  Amin.

 

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @gkymabes dan @ibadahdoagkymbs

 


 

LENT - 5 April 2020

 

 

Minggu, 5 APRIL 2020

MELAYANI DENGAN KESAKSIAN HIDUP

 

“Dalam hal apa pun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.” 2 Korintus 6:3

“Tindakan berbicara lebih lantang daripada kata-kata,” mungkin Saudara pernah mendengar ungkapan ini dan Saudara setuju dengan ungkapan ini. Mungkin Saudara pernah mengagumi seseorang karena perkataannya atau pengajarannya, namun ketika Saudara melihat kelakuan orang tersebut maka hilang rasa kagum itu. Atau mungkin Saudara mengagumi seseorang yang pelayanan di gereja, namun begitu Saudara berbisnis dengan orang tersebut, Saudara berkata “munafik.”

Dalam pelayananya Rasul Paulus berusaha untuk memberikan kesaksian hidup yang baik. Bukan hanya menyampaikan pengajaran yang baik tetapi juga menunjukannya dalam kehidupannya. Kita tahu apa saja yang dialami oleh Paulus dalam pelayannanya. Ia tetap menunjukan bahwa ia adalah pelayan Allah. Ia tetap sabar, bersukacita dengan kemurnian hati dan tidak menjadi pelayan yang munafik. Mengapa bisa demikian? Karena Paulus selalu bersandar kepada Allah. Roh Kudus yang selalu memimpin Paulus dalam setiap pelayanannya. Dalam setiap situasi, Paulus berusaha tidak menjadi batu sandungan.

Bagaimana dengan Saudara, apakah Saudara menunjukan kesaksian hidup yang baik? Apakah Saudara menjaga kemurnian hati dan tidak menjadi orang yang munafik (kata dan tindakan berbeda)?  Bila semua jawabannya tidak, marilah kita bertobat. Berikanlah kesaksian hidup yang baik. Jadilah saksi di dalam Saudara berbisnis, bekerja, bersekolah dan aktifitas yang lain. Karena setiap kita adalah anak-anak Tuhan dan saksi Tuhan di tengah dunia ini.

“Tuhan tolonglah saya supaya dapat menjadi saksiMu ditengah-tengah dunia ini. Mampukan saya untuk tidak menjadi orang yang munafik. Tolong saya supaya dapat sungguh-sungguh menjadi anak-anakMu bukan hanya di hari Minggu atau saat saya melayani tetapi disetiap saat dalam hidup saya. Tolong saya ya Tuhan, jangan biarkan saya menjadi batu sandungan bagi orang lain. Inilah hidup saya, saya serahkan ke dalam tanganMu. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin”

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @gkymabes dan @ibadahdoagkymbs

 


 

LENT - 1 April 2020

 

 

Rabu, 1 April 2020

Sympathy for the Misunderstood

 

“Tetapi Yesus berkata: ‘Biarkanlah dia.  Mengapa kamu menyusahkan dia?  Ia telah melakukan sesuatu yang baik pada-Ku” – Markus 14:6

Manusia tidak akan pernah selalu dapat menilai niat baik atau motivasi seseorang dengan tepat.  Mengapa?  Karena manusia adalah makhluk yang terbatas dan seringkali hanya menilai berdasarkan sesuatu yang nampak serta pengalaman pribadinya saja.  Namun masalahnya, penilaian orang lain yang salah seringkali membuat kita tawar hati, kecewa, marah pada Tuhan, bahkan mundur dari pelayanan.  Saudaraku, disalahmengerti adalah hal yang biasa, namun yang luar biasa adalah Tuhan tidak membiarkan kita mengalami hal ini sendirian. 

Pengurapan yang Maria lakukan kepada Tuhan Yesus (bdk. Yoh 12:2-3) disalahmengerti dan dianggap pemborosan oleh murid-murid Tuhan Yesus (Mark. 14:4-5).  Namun, Tuhan Yesus tidak membiarkan Maria disalahmengerti.  Tuhan membelanya (ay. 6-9).  Kalimat Tuhan Yesus “Ia telah melakukan sesuatu yang baik pada-Ku” (ay. 6), sebenarnya menunjukkan kemahatahuanNya yang menilai bukan pada sesuatu yang nampak, namun pada sesuatu yang memotivasi dan mendorong Maria di dalam hatinya.  Frasa “sesuatu yang baik” memberikan keterangan bahwa Maria melakukan “sesuatu yang melampaui kewajiban yang dituntut.”  Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan oleh Maria lahir dari hati yang mengasihiNya dan bersyukur kepadaNya.  Oleh karena itu, tidak heran jika Tuhan Yesus dalam ayat 9 menyatakan bahwa hal yang Maria lakukan akan diingat saat Injil diberitakan dimana saja.  Tuhan mengingatkan kita melalui peristiwa ini bahwa sesuatu yang kita lakukan karena lahir dari hati kita yang mengasihiNya akan bernilai kekal.

Saudaraku, apakah yang seringkali menghalangi kita untuk menyatakan cinta dan ucapan syukur kita kepada Tuhan?  Apakah penilaian orang lain seringkali membuat kita kecewa dan mundur? 

“Tuhan Yesus ampuni saya, jika seringkali kasih saya kepada Tuhan dibatasi bahkan digagalkan oleh perkataan orang lain.  Tuhan tolong mampukan saya untuk berani menyatakan cinta saya kepada-Mu apapun kondisinya.  Di dalam nama Tuhan Yesus, saya berdoa.  Amin.”

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @gkymabes dan @ibadahdoagkymbs

 


 

LENT - 29 Maret 2020

 

 

Minggu, 29 Maret 2020

HIDUPKU UNTUKMU

“Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.” 2 Korintus 5:15

“Egois” mungkin menjadi salah satu kata yang sering kita dengar atau kita ucapkan. Diri kita menjadi alasan atau dasar untuk kita melakukan sesuatu. Bahkan saat ditanya “Apa tujuan Tuhan Yesus mati di atas kayu salib?” Maka sebagian besar kita akan menjawab “Supaya saya diselamatkan”, “Supaya dosa-dosa saya diampuni” atau “Supaya saya memperoleh hidup yang kekal.”

Dalam 2 Korintus 5:15 mengingatkan kita bahwa tujuan Tuhan Yesus mati dan bangkit bukan hanya sekedar supaya kita selamat. Tidak cukup bagi kita hanya untuk dibebaskan dari hukuman. Tidak cukup kalau kita sekadar dilepaskan dari kesia-siaan. Kristus ingin memberikan nilai pada hidup kita. Nilai itu berkaitan erat dengan orientasi hidup. Tujuan hidup kita diubahkan. Tujuan hidup kita bukanlah untuk diri kita sendiri melainkan untuk Kristus. Inilah yang seharusnya menajdi tujuan hidup setiap kita. Kita dijadikan untuk memuliakan namaNya.

Tuhan Yesus menyerahkan hidupNya untuk menyelamatkan kita, supaya setiap kitapun menyerahkan hidup kita untukNya. Bagaimana selama ini Saudara hidup, apakah Saudara hanya memikirkan diri sendiri? Apa yang Saudara mau, Saudara suka, Saudara rencanakan? Adakah Saudara menyerahkan hidup Saudara untuk Tuhan, memikirkan apa yang Tuhan mau, yang Tuhan rencanakan, yang Tuhan suka? Bila selama ini Saudara begitu egois dengan hidup untuk diri sendiri, marilah kita bertobat. Mari serahkan hidupmu untuk Tuhan, karena itulah yang seharusnya kita lakukan.

Ya Tuhan, ampunilah saya yang hanya memikirkan diri saya sendiri. Saya hidup hanya untuk diri saya sendiri. Mulai saat ini saya mau sungguh-sungguh menyerahkan hidup saya untukMu Tuhan. Saya mau berusaha melakukan apa yang Tuhan mau untuk saya lakukan. Inilah doa saya, tolonglah saya Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus saya berdoa. Amin.

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @gkymabes dan @ibadahdoagkymbs

 


 

LENT - 25 Maret 2020

 

[Music Video] Jadikan Aku Saluran Berkat

Yesus bisa mematahkan sampah2 yang diberikan dunia. Walaupun kita merasa kalah dan tidak berdaya, Tuhan tetap dapat memakai hidup kita untuk dijadikan saluran berkatNya

 

Rabu, 25 Maret 2020

Sympathy for the Defeated

“tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur.  Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu….Tetapi Yesus berkata: Aku berkata kepadamu, Petrus hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum tiga kali engkau menyangkal Aku.” – Lukas 22:32&34

Tidak pernah ada orang yang bercita-cita menjadi orang sombong, namun kenyataannya setiap orang pernah sombong.  Kesombongan sering kali digunakan iblis untuk menggoyahkan iman seseorang dan sering kali berhasil. Keberhasilan iblis menggoyahkan iman kita, seringkali membuat kita menyalahkan Tuhan. Kita berkata “Tuhan, mengapa Engkau membiarkan saya menghadapi bahaya ini sendirian?” Saudaraku, percayalah Tuhan selalu bersama kita. Ia memberikan peringatan kepada kita akan bahaya ini, namun masalahnya kita tidak peka. 

Frasa “tetapi Aku telah berdoa” (ay.32) menunjukkan bahwa Tuhan Yesus tidak membiarkan Petrus menanggung godaan iblis sendirian. Ia bersama dengan Petrus dan Ia menopang Petrus.  Tuhan mengizinkan iblis menggoyahkan iman Petrus, namun Ia membatasi kuasa iblis (ay.31). Tuhan tahu Petrus akan gagal dan menyangkalNya tiga kali (ay.34). Namun sekalipun Petrus gagal, Tuhan memulihkanNya. Pada saat Ia memulihkannya, Ia mempersiapkan Petrus untuk tugas yang baru (ay. 32 bdk.Yoh. 21:15-19).

Saudaraku, apakah yang menjadi kesombongan kita dan seringkali digunakan oleh iblis untuk menggoyahkan iman kita?  Hal apakah yang seringkali membuat kita tidak peka akan peringatanNya?

“Tuhan, ampunilah saya ketika saya menjadi sombong dan tidak peka akan peringatan Tuhan terhadap bahaya godaan iblis pada diri saya.  Dalam nama Tuhan Yesus, saya berdoa.  Amin.”

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @gkymabes dan @ibadahdoagkymbs

 


 

LENT - 22 Maret 2020

Sympathy for the Powerless - Kesaksian GI. Efrianto Tanto

Ketika kita merasa lemah dan tidak berdaya, apakah kita ingat untuk bersandar pada  Tuhan? 
Apakah kita percaya kalau Tuhan selalu punya rencana yang indah untuk kita?
 
Atau kita bersungut2,  meninggalkan bahkan menyalahkan Tuhan?
 
Saksikanlah kenapa GI. Efrianto Tanto tetap maju melayani Tuhan, walaupun jatuh sakit setelah dia menjawab panggilanNya.
 

 

Minggu, 22 Maret 2020

JANGAN TAWAR HATI

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.” 2 Korintus 4:16

"Tawar hati" adalah ungkapan dalam bahasa Indonesia yang menunjukkan suatu keadaan yang tidak bersemangat, tidak ada kemauan lagi, hilang keberanian, kecewa, putus harapan. Sikap tawar hati adalah suatu sikap yang apatis, yaitu tidak ada motivasi dan antusiasme. Bahkan sikap "tawar hati" itu dapat mencapai ke taraf selanjutnya, yaitu frustrasi. Apakah Saudara pernah mengalami ini?

Rasul Paulus Bersama dengan rekan sepelayannnya mengatakan, “kami tidak tawar hati, …” Bagaimana mungkin Paulus yang sering mengalami kesulitan, bahkan usia yang semakin senja tetapi tidak tawar hati? Kuncinya adalah selalu memandang pada Kristus dan karya-Nya. Rasul Paulus bukan melihat pada yang kelihatan (kesulitan atau penderitaan yang dialaminya), tetapi ia melihat kepada kemuliaan kekal yang nanti akan diterima. Ia melihat kepada karya Kristus di kayu salib. Ini membuat manusia batiniah Rasul Paulus selalu diperbaharui. Walaupun usia senja, ia tetap bisa bersemangat. Walaupun penderitaan ia alami, ia tetap bisa bersukacita. Karena ia selalu melihat pada apa yang tidak kelihatan, Kristus dan karya-Nya. Kristuslah yang memampukan.

Bagaimana dengan Saudara? Saat ada kesulitan, pergumulan hidup, kekecewaan, siapa atau apa yang kita lihat? Kristuskah? Atau masalah yang kita alami? Mari kita memandang kepada Kristus. Bukan melihat kepada yang kita alami. Karena Kristuslah yang akan menolong kita, memberikan kita kekuatan. Jangan biarkan masalah yang kita hadapi membuat kita tawar hati.

“Ya Tuhan tolonglah saya untuk selalu memandang kepada Engkau. Ampuni saya kalau selama ini saya selalu berfokus kepada masalah yang saya hadapi. Tolonglah saya untuk tidak menjadi tawar hari. Perbaharuilah manusia batiniah saya, sehingga saya dapat selalu bersemangat dan bersukacita di dalam Engkau. Amin”

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @ibadahdoagkymbs

 


Kebaktian Doa - 18 Maret 2020

 

 

LENT - 18 Maret 2020

 

 

Rabu, 18 Maret 2020

Sympathy for the Powerless

“Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya ‘Maukah engkau sembuh?’”    – Yohanes 5:5-6

Dalam zaman yang serba cepat, kita sering kali menutup mata terhadap ketidakberdayaan orang lain bahkan ketidakberdayaan diri kita sendiri. Kita berusaha mengalihkan perhatian kita dengan berbagai kesibukan yang lain daripada menghadapinya. Tidak jarang kita menjadi pribadi yang tawar hati dan berhenti berdoa karena terlalu sibuk mencari jalan untuk menutupi ketidakberdayaan kita. Saudaraku, jangan pernah lupa Tuhan kita adalah Tuhan yang Mahakuasa. Ia dapat bekerja melampaui bahkan melalui ketidakberdayaan kita dengan cara yang tidak pernah terpikirkan oleh kita.

Frasa “Ia tahu” dalam ayat 6 menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mengerti dan memahami dengan sangat jelas kondisi orang yang menderita lumpuh selama 38 tahun ini (ay. 5). Tuhan Yesus tahu keinginan dirinya ingin sembuh di tengah-tengah keterbatasannya. Tuhan Yesus tahu ketidakmungkinan yang ia hadapi untuk menjadi orang yang pertama kali masuk ke dalam kolam pada saat air kolam Betesda terguncang (ay. 7). Tuhan Yesus tahu dan mengerti ketiadaan harapan yang dihadapi orang ini dan di dalam anugerah-Nya, Tuhan menolong orang yang tak berdaya ini dengan cara yang tak pernah terpikirkan olehnya.  Ia memerintahkan orang ini untuk mengangkat tilamnya dan berjalan, lalu sembuhlah orang ini (ay. 8-9).  Kuasa Tuhan melampaui ketidakberdayaan yang dihadapi orang lumpuh ini.

Saudaraku, kondisi apakah yang saat ini membuatmu merasa tak berdaya?  Sudahkah engkau membawa ketidakberdayaanmu kepada Tuhan yang Mahakuasa?  Percayakah engkau akan kuasa Tuhan yang dapat bekerja melampaui dan bahkan melalui ketidakberdayaanmu?

Tuhan Yesus ampunilah saya yang seringkali membatasi kuasa Tuhan dengan cara pikir saya.  Ampunilah saya ketika saya menjadi pribadi yang malas bahkan tidak lagi berdoa berharap kepada-Mu, karena meragukan akan kuasa Tuhan yang dapat bekerja melampaui dan melalui ketidakberdayaan yang saya hadapi.  Di dalam nama Tuhan Yesus, saya berdoa.  Amin

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @ibadahdoagkymbs

 


LENT - 15 Maret 2020

 

 

Minggu, 15 Maret 2020

BEJANA TANAH LIAT

 

“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” 2 Korintus 4:7

Saudara mungkin pernah membeli sebuah perhiasan. Biasanya perhiasan itu akan diletakan di sebuah kotak yang biasa saja. Kotak tersebut polos dan tidak ramai dengan ornamen yang bermacam-macam. Mengapa? Supaya perhatian kita tertuju kepada perhiasan yang berada di dalam kotak tersebut. Supaya keindahan dari perhiasan itu dapat kita lihat dan nikmati.

Demikian juga yang dikatakan oleh Rasul Paulus. Harta yang ia miliki berada dalam bejana tanah liat. Harta tersebut adalah karya Keselamatan dalam Kristus Yesus. Harta itu berada dalam bejana tanah liat. Bejana yang rapuh mudah retak bahkan pecah. Mengapa bejana tanah liat? Supaya Kristus lah yang dimuliakan bukan Paulus. Supaya orang-orang dapat melihat dan menikmati keindahan karya Kristus. Supaya orang dapat melihat kalau Paulus bisa tetap setia dalam pelayanannya, walaupun ditindas, dianiaya, ditinggalkan, itu semua karena Allah.

Seringkali kita lupa kalau kita hanyalah kemasan. Seringkali kita berusaha menonjolkan diri kita dan bukan harta yang ada di dalam kita. Seringkali kita ingin orang-orang melihat pada kita bukan kepada karya Kristus di dalam diri kita. Seringkali kita ingin orang-orang memuji-muji kita bukan memuliakan Kristus.

Mari kita merefleksikan diri kita, sadarkah kita bahwa kita hanyalah bejana tanah liat yang mudah rusak, retak, pecah? Sadarkah kita hanyalah kemasan? Sadarkah kita kalau di dalam diri kita ada harta yang luar biasa yang seharusnya orang-orang disekeliling kita melihat dan menikmati keindahan harta itu?

“Tuhan ingatkan saya selalu, bahwa saya hanyalah bejana tanah liat. Kalau saya bisa kuat dalam perjuangan hidup, itu semua karena Engkau yang memampukan saya. Biarlah Engkau yang dimuliakan selalu melalui hidup saya. Amin”

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @ibadahdoagkymbs

 


LENT - 11 Maret 2020

 

Sympathy for those in Needs - Kesaksian Lukas Haryanto

Banyak kejadian yang tidak terduga dalam hidup ini. 
Terkadang kita merasa masalah datang bertubi tubi dan kita tidak dapat melihat jalan keluarnya. 
 
Saksikan bagaimana Tuhan bersimpati dan turut bekerja dalam hidup Lukas Haryanto dan keluarga. 
 
 
 
Music Video - 'Ku di tanganMu.
 
Composer: Jose Christian Subagio
Vocal: Eliyah Gracia Rolianto
Dancers: Jonathan Augustinus & Felicia Yolanda
 
"Tuhan selalu membentuk dan memakai hidup kita untuk kemuliaanNya. 
Ketika kita merasa berbeban berat, Yakinlah bahwa tangan Tuhan sedang membentuk kita menjadi bejana yang indah."
 
 
 

Sympathy for Whom in Need

Lent 3 – 11 Maret 2020

“Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki.  Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ‘Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.’” – Lukas 9:14

Zaman sekarang merupakan zaman yang dipenuhi dengan perlombaan untuk menunjukkan eksistensi atau keberadaan diri. Sehingga tidak heran banyak orang termasuk orang percaya tanpa disadari menjadi pribadi yang egois dan tidak peduli dengan kebutuhan dan keadaan orang-orang di sekitar mereka.  Tidak jarang kita mendengar orang berkata “untuk diri sendiri saja belum cukup, jadi tidak perlu kita ‘kepo’ mau ikut campur membantu orang lain.”  Saudaraku, satu hal yang harus kita sadari adalah Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk menikmati berkat Tuhan saja, namun Ia memanggil kita untuk menjadi berkat bagi sesama kita.

Lukas 9:10-17, mencatat kepedulian Tuhan Yesus atas kebutuhan orang banyak yang mengikutiNya saat itu. Para murid saat itu sebenarnya mengusulkan agar Tuhan Yesus menyuruh orang banyak itu pulang.  Usulan ini adalah usulan yang wajar dan logis karena mereka tahu kondisi mereka saat itu tidak sanggup untuk memberi makan orang yang berjumlah lebih dari 5000 orang tersebut.  Mereka saat itu hanya punya 5 roti dan 2 ikan (ay. 13), mereka berada di tempat sunyi, mereka lelah, belum sempat beristirahat dan belum sempat makan (bdk. Mark. 6:31). Namun, jawaban Tuhan Yesus atas usulan para murid sangat mengejutkan.  Ia meminta para murid untuk memberikan apa yang mereka miliki saat itu, Ia memberkatinya dan Ia menjadikan hal tersebut berkat bagi orang yang ada saat itu.  Tuhan mengajarkan kepada para murid bahwa kepedulian dan menjadi berkat dimulai dengan memberikan sesuatu yang ada pada diri mereka dan bukan sesuatu yang tidak mereka miliki.  Menjadi berkat dimulai dengan membagikan berkat Tuhan yang ada pada diri kita.

Saudaraku, hal apakah yang seringkali menjadi penghalang bagi kita untuk peduli pada sesama kita?  Apakah ketidakcukupan diri seringkali membuat kita menjadi pribadi yang menunda untuk menjadi berkat bagi sesama kita? 

Tuhan Yesus ampunilah saya, jika saya selama ini menjadi pribadi yang egois dan hanya berfokus pada kecukupan diri. Ampuni saya ketika saya lupa akan panggilan-Mu untuk menjadi saluran berkat bagi sesama.  Mampukan saya untuk menjadi pribadi yang peduli dengan kebutuhan orang-orang di sekitar saya. Dalam nama Tuhan Yesus, saya berdoa.  Amin.

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @ibadahdoagkymbs

 

 

LENT - 8 Maret 2020

 

 

 

Minggu, 8 Maret 2020

KEMBARAN

 

“Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” 2 Korintus 3:18

 

Konon katanya setiap kita memiliki kembaran di dunia ini. Kembaran yang tidak ada hubungan darah dengan kita bahkan tidak kita kenal sama sekali, tetapi wajahnya sangat mirip dengan kita. Ada orang-orang yang sangat mirip dengan orang-orang terkenal, seperti mirip Pak Jokowi atau Meghan Markle atau orang terkenal lainnya. Karena sangat mirip, sampai-sampai sering kali mereka diberhentikan untuk diajak foto atau dimintai tanda tangan. Bagaimana dengan Saudara, mirip siapakah Saudara?

2 Korintus 3:18 mengingatkan kita bahwa seharusnya kita mencerminkan kemuliaan Tuhan. Mengapa demikian? Karena kita telah diubahkan menjadi serupa dengan gambar Tuhan. Demikian juga yang dituliskan dalam Kejadian 1:26. Setiap kita adalah gambar dan rupa Allah. Kita bukan mencerimakan diri kita sendiri atau dunia ini, tetapi Allah.

Tentu saja ini bukan berarti kita harus memanjangkan rambut atau menumbuhkan jenggot (seperti gambaran Tuhan Yesus yang sering kita lihat), melainkan dengan pertolongan Roh Kudus, kita menunjukan karakteristik menyerupai Kristus dalam kita menjalani hidup ini. Menyerupai Kristus dalam kerendahan hati, kesabaran, kasih, dan banyak hal yang lain. Betapa luar biasanya apabila saat orang lain berinteraksi dengan kita dan ia berkata “Saya melihat Yesus dalam dirimu!”

Apakah hidupmu sudah diubahkan menjadi serupa dengan Kristus? Siapa yang kita cerminkan dalam diri kita? Kristuskah? Diri kita sendiri? Atau dunia ini? Kalau bukan Kristus, marilah kita bertobat.

 

“Ya Tuhan tolonglah saya untuk dapat mencerminkan Kristus melalui hidup saya kepada orang lain. Pakailah saya sebagai alat-Mu untuk memuliakan nama-Mu. Amin”

 

 

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @ibadahdoagkymbs

 


 

LENT - 4 Maret 2020

 

 

Sympathy for Those in Danger - Kesaksian Pdt Johari Yohanis

Pelayanan pembangunan GKY Balikpapan yang membahayakan nyawa.

Saksikan bagaimana Tuhan yang bersimpati dan menyertai Pdt. Anis dalam melewati bahaya yang hampir merenggut nyawanya.

 

Music Video - God With Us.
 
Composer: Stephen Daun
Vocal: Arifin (Che Wong)
 

"Ketika kita dalam bahaya kita yakin dan percaya bahwa Allah hadir di sini, Dia di tengah kita, menyertai kita dalam segala situasi dan kondisi yang kita alami"

 

 

Sympathy for those in danger

Lent 2 – Rabu, 4 Maret 2020

“Lalu kata-Nya kepada mereka: “Di manakah kepercayaanmu?” 

Lukas 8:25a

 

Tidak ada seorang pun manusia yang dapat mengetahui dengan pasti waktu hadirnya sebuah bahaya dalam kehidupannya.  Bahaya dalam  kehidupan selalu datang seperti seorang pencuri. Ia selalu dapat menemukan celah dalam kehidupan kita untuk ia masuk dan terobos.  Sehingga tidak heran, banyak orang menjadi putus asa, stress, depresi, bahkan berusaha untuk bunuh diri ketika mereka menghadapi bahaya yang tak pernah mereka duga dan perkirakan.  Namun sebagai orang percaya, kita patut bersyukur karena kita memiliki Tuhan yang Mahakuasa.  Ia sanggup menolong kita melalui semua bahaya yang ada. 

Dalam Lukas 8:22-25, kita menemukan bahwa para murid sedang kewalahan mengalami bahaya taufan yang tiba-tiba datang (ay. 24).  Sebagian dari para murid sebenarnya adalah nelayan yang berpengalaman berlayar di wilayah danau Galilea, namun mereka saat itu tidak bisa menghadapi bahaya taufan tersebut.  Bersyukur di saat itu, mereka datang kepada Tuhan dan memohon pertolonganNya.  Di bagian selanjutnya yaitu Lukas 8:26-39, kita melihat bagaimana kuasa Tuhan sanggup mengusir dan menyelamatkan seorang pria dari bahaya kuasa setan-setan yang sudah lama merasuk dan menguasai hidupnya.  Tidak ada satu bahaya atau kuasa apa pun yang dapat mengalahkan dan menghalangi kuasa Tuhan.

Saudaraku, Tuhan selalu ada dalam kehidupan kita dan Ia sanggup menolong kita melalui setiap bahaya di kehidupan kita.  Masalahnya apakah kita mempercayakan diri kita kepadaNya?  Siapakah yang kita andalkan pada saat kita menghadapi bahaya-bahaya di kehidupan ini? 

“Tuhan, ampuni saya ketika saya mengatakan percaya kepada-Mu, namun kenyataannya saya lebih mengandalkan diri dan kemampuan diri untuk menghadapi setiap bahaya kehidupan.  Ampuni saya ketika secara tak sadar saya menjadi putus asa, khawatir, stress, dan depresi, seperti orang yang tak mengenal Tuhan.  Tuhan, ajarkan saya untuk selalu ingat bahwa Tuhan selalu beserta dengan saya dalam menghadapi kehidupan ini.  Dalam nama Tuhan Yesus, saya berdoa. Amin. ”

 

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @ibadahdoagkymbs

 


 

LENT - 1 Maret 2020

 

 

 

Song: Yesus Peduli by Pdt. Lucky Samuel

 

Minggu, 1 Maret 2020

 

BAU YANG HARUM

 

“Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum  dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.” 2 Korintus 2:15

 

Setiap kita pasti menyukai bau-bauan yang harum. Apalagi bila kita mencium bau harum dari sebuah masakan, mungkin akan membuat kita merasa lapar. Bahkan toko roti menyemprotkan parfum dengan bau harum roti yang baru matang, supaya mengundang orang untuk membeli jualan mereka. Bau harum sangat menyenangkan tapi tidak dengan bau yang busuk, yang membuat mual.

Rasul Paulus bersyukur karena ia menjadi alat untuk menyebarkan keharuman Kristus dimana-mana. Melalui pemberitaan Injil, orang dapat merasakan keharuman dari Kristus.  Paulus menjadi teladan hidup sehingga orang-orang dapat melihat juga keharuman itu. Kristus nyata dalam hidup Paulus, sehingga keharumanlah yang orang lain nikmati bukan bau busuk. Bahkan Paulus tidak mencari keuntungan dalam setiap pelayanannya.

Seharusnya keharuman Kristuslah yang terpancar dalam diri setiap kita. Saat kita berkata-kata, orang lain dapat merasakan kasih Kristus. Saat kita melayani, orang lain dapat melihat Kristus dalam diri kita. Saudara akan dapat menyebarkan keharuman, hanya bila Kristus sungguh-sungguh ada dalam diri Saudara dan memimpin hidup Saudara.

Keharuman Kristuskah yang terpancar dalam hidup Saudara? Kalau bau busuk yang tercium, Marilah kita bertobat! Biarkan Kristus yang memimpin hidupmu, sehingga keharuman itu akan tersebar.

 

“Bapa di sorga, jadikanlah kami pembawa dan penyebar keharuman-Mu kepada siapa saja. Roh Kudus, pimpinlah hidupku, ubah aku agar hidupku dapat menjadi kesaksian yang baik bagi orang-orang di sekelilingku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

 

 

 

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @ibadahdoagkymbs

 


 

 

 

Kunjungi Website GKY Mangga Besar dan Youtube GKY Mangga Besar

Follow IG @gkymabes dan @ibadahdoagkymbs

Kami Peduli

Masukkan Alamat E-mail Anda untuk berlangganan dengan website Kami.

Apakah anda anggota jemaat GKY Mangga Besar?