Roh Kudus yang Mempersekutukan dan Memberi Pertumbuhan 合一与成长在乎圣灵

Pdt. Riko Tan – 1 Korintus 哥林多前书 12:1-11

Ringkasan Khotbah

Paulus tidak sedang terutama menjelaskan daftar karunia Roh, tetapi sedang membahas gereja sebagai satu tubuh yang dibangun di tengah berbagai perbedaan. Dalam surat 1 Korintus, Paulus menegur jemaat karena mereka cenderung memakai segala sesuatu bagi diri sendiri: kebebasan, status sosial, bahkan karunia Roh. Karena itu, dalam 1 Korintus 12-14, Paulus menegaskan bahwa karunia Roh bukan untuk kepentingan diri, melainkan untuk kepentingan bersama.

Masalah utama jemaat Korintus bukan pada karunianya, melainkan pada egonya. Karunia dipakai seperti uang dan status: untuk menunjukkan siapa diri mereka. Akar masalahnya adalah dosa pengakuan, yaitu keinginan untuk diakui, dihargai, dan dianggap hebat. Karena itu, Roh Kudus bekerja bukan untuk membesarkan ego manusia, tetapi untuk membawa orang percaya bersekutu dengan Tuhan dan belajar melayani bagi kemuliaan-Nya. Ada perbedaan antara sungguh memuliakan Tuhan dan hanya kelihatan memuliakan Tuhan.

Lawan dari ego bukan sekadar kerendahan hati, tetapi salib. Dalam anugerah Tuhan, ego kita ditekan supaya kita belajar bahwa pelayanan ini bukan agenda kita, melainkan agenda Tuhan. Seperti Yesaya yang berkata, “Utuslah aku,” demikian juga orang yang dipimpin Roh Kudus belajar bergantung penuh kepada Tuhan. Relasi kita dengan Tuhan adalah relasi anugerah. Kita ada dan bertahan dalam pelayanan bukan karena usaha sendiri, tetapi karena kasih karunia Tuhan. Jika kita bekerja dengan kemampuan sendiri, hasilnya akan terbatas. Tetapi jika kita bekerja bersama Tuhan, maka yang terjadi adalah pekerjaan sesuai dengan agenda Tuhan.

Karena itu, ada beberapa hal penting yang perlu diimani dalam hidup bersama Roh Kudus.

  1. Karunia diberikan karena kita diberdayakan oleh Roh Kudus. Orang yang diberdayakan Roh Kudus akan melayani dengan rendah hati.
  2. Karunia tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan rohani. Kasih kepada Allah dan sesama adalah alasan dan tujuan karunia diberikan. Jika karunia tidak menghasilkan kasih, maka karunia gagal mencapai tujuannya. Karena itu, tidak boleh ada elit rohani di dalam gereja.

Selain itu, perlu dibedakan antara karunia Roh dan buah Roh. Karunia Roh berkaitan dengan apa yang kita lakukan dalam pelayanan, sedangkan buah Roh berkaitan dengan siapa kita. Pelayanan yang mengandalkan Roh Kudus akan tetap dilakukan meskipun tidak dilihat orang. Di situlah integritas terlihat. Saat tidak dilihat orang, orang percaya tetap menghasilkan buah Roh.

Roh Kudus mempersekutukan orang percaya bukan untuk membesarkan diri, melainkan untuk membangun tubuh Kristus. Roh Kudus juga memberi pertumbuhan, sehingga orang percaya bukan hanya aktif dalam karunia, tetapi juga bertumbuh dalam kasih, kebergantungan kepada Tuhan, dan integritas hidup. 

DISKUSIKAN:

  1. Mengapa karunia Roh yang seharusnya membangun tubuh Kristus bisa berubah menjadi alat untuk meninggikan diri sendiri?
  2. Apa perbedaan antara pelayanan yang sungguh memuliakan Tuhan dan pelayanan yang hanya kelihatan memuliakan Tuhan?
  3. Mengapa kasih kepada Allah dan sesama harus menjadi alasan dan tujuan dari setiap karunia yang Tuhan berikan?

REFLEKSIKAN:

  1. Dalam pelayanan saya, apakah saya lebih banyak mencari agar Kristus dimuliakan, atau diam-diam masih mencari pengakuan bagi diri sendiri?
  2. Apakah hidup saya hanya aktif dalam karunia pelayanan, atau juga sungguh bertumbuh dalam buah Roh, kasih, dan integritas ketika tidak dilihat orang?

Kiranya Tuhan memberkati Saudara

Tonton Video Kami yang Lain