Habitat Rohani 属灵生境
Pdt. Reggy Andreas – Lukas 路加福音 6:44; Mazmur 诗篇 92:13-16
Ringkasan Khotbah
Ketika seseorang berusia 81 tahun, biasanya topik yang sering dibicarakan adalah kesehatan: obat, susah berjalan, susah tidur, susah makan, atau susah hati. Kesehatan manusia umumnya dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, nature atau faktor keturunan, yaitu kualitas organ yang dipengaruhi oleh orang tua. Kedua, nurture, yaitu bagaimana seseorang hidup sehari-hari, termasuk apa yang dimakan dan bagaimana ia merawat dirinya.
Lalu bagaimana dengan Gereja? Yang dimaksud tentu bukan gedung atau organisasinya, melainkan jemaatnya. Kesehatan rohani penting, karena banyak hal dalam dunia ini tidak bisa kita kontrol, dan kita memerlukan kesehatan rohani untuk menghadapinya. Apa tanda gereja yang sehat?
Yesus berkata dalam Lukas 6:44, bahwa setiap pohon dikenal dari buahnya. Demikian juga orang Kristen yang sehat rohaninya akan terlihat dari buah hidupnya. Pertama, buah Roh Kudus. Kedua, buah pertobatan, yaitu hidup yang tahu dan mengerti untuk bertobat setiap hari. Orang Kristen yang suci adalah orang yang tahu bagaimana bertobat, seperti Daud yang segera bertobat. Ketiga, buah jiwa-jiwa yang berharga di mata Tuhan.
Ada dua faktor yang menentukan gereja yang sehat.
- Nature
Hakikat gereja adalah gereja yang dilahirkan dari benih yang tidak fana, yaitu benih ilahi yang Tuhan taruh di hati kita. Benih itu adalah benih kehidupan yang sanggup bertumbuh dan berbuah. Dalam hal ini, GKYMBS sama seperti gereja-gereja lain: gereja bisa sehat karena dilahirkan oleh Firman Allah. Namun dalam hal legacy, yaitu warisan dari generasi sebelumnya, GKYMBS bisa memiliki kekhasan tersendiri. Gereja ini sudah berbuah banyak, dan itu adalah anugerah Tuhan. - Nurture
Nurture berbicara tentang pemeliharaan. Gereja yang sehat bergantung pada bagaimana gereja itu dipelihara dalam kehidupan sehari-hari, di dalam pengudusan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Di sinilah muncul satu kata penting, yaitu habitat, yang berarti tempat atau lingkungan di mana suatu organisme hidup dan bertumbuh.
Mazmur 92:13–16 menggambarkan orang benar seperti pohon yang ditanam di bait Tuhan, bertunas, tumbuh subur, dan tetap berbuah pada masa tua. Kata “ditanam” dalam bahasa Ibrani, shatal, berarti memindahkan tumbuhan dari tempat pembibitan ke lingkungan yang subur dan memberi nutrisi. Jadi, habitat adalah lingkungan yang subur dan memberi nutrisi bagi pertumbuhan.
Ada dua habitat orang percaya yang Tuhan rancangkan.
- Di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita
Dalam Yohanes 15:5, Tuhan Yesus berkata, “Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Jika ingin berbuah, kita perlu tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita. Itu berarti hidup di dalam Firman Tuhan, karena Firman adalah pupuk yang paling subur agar benih kehidupan dalam kita dapat tumbuh. Orang percaya perlu memiliki persekutuan yang erat dengan Tuhan Yesus di dalam Firman dan doa. - Di dalam persekutuan orang percaya, yaitu gereja
Menurut 1 Korintus 12:13, Tuhan menanamkan kita ke dalam tubuh Kristus. Di dalam gereja itulah Tuhan mau kita bertumbuh dengan sehat. Kita yang tadinya di luar Tuhan dipindahkan dan ditanamkan ke dalam habitat ini supaya bertumbuh. Karena itu, di dalam gereja perlu ada saling menasihati, dorongan, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra, dan belas kasihan. Semua itu hanya bisa terjadi jika ada persekutuan di antara kita. Salah satu bentuk nyatanya adalah kelompok kecil, tempat kita belajar bertumbuh bersama.
Usia gereja yang ke-81 seharusnya bukan hanya menjadi sesuatu yang bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum untuk bertumbuh, bertunas, berbuah, dan menjadi saksi Tuhan.
DISKUSIKAN:
- Menurut Saudara, mengapa kesehatan rohani orang percaya dapat dilihat dari buah hidupnya? Buah seperti apa yang paling jelas menunjukkan seseorang sedang bertumbuh sehat?
- Dari dua faktor yang dibahas, yaitu nature dan nurture, mengapa nurture atau pemeliharaan sehari-hari sangat menentukan kesehatan gereja saat ini?
- Mengapa Tuhan menempatkan orang percaya bukan hanya di dalam Kristus, tetapi juga di dalam persekutuan tubuh Kristus? Apa yang akan hilang kalau seseorang mau bertumbuh sendiri tanpa persekutuan?
REFLEKSIKAN:
- Kalau saya melihat hidup saya hari ini, buah apa yang paling nyata terlihat: buah Roh, buah pertobatan, atau buah jiwa-jiwa?
- Apakah saya sungguh tinggal di dalam habitat yang Tuhan rancangkan—hidup dalam Kristus, Firman, doa, dan persekutuan gereja—atau saya sedang menjauh dari tempat pertumbuhan rohani saya?