Bertumbuh Baik, Berdampak Baik 具有影响力的成长

Pdt. Casthelia Kartika – 1 Korintus 哥林多前书 3:1-9

Ringkasan Khotbah

Pertanyaan yang jarang kita tanyakan kepada diri kita sendiri sebagai orang Kristen tentang keimanan kita: “Apakah saya sedang bertumbuh secara rohani? Atau hanya terlihat aktif secara rohani?” Umumnya jawaban adalah dari apa yang kelihatan, doa, baca Alkitab, perjalanan kehidupan Kristen, aktif melayani, kedalaman pemahaman iman. Pertumbuhan rohani diukur dari apa yang kelihatan dan bisa dihitung. Seorang Kristen seharusnya memang punya keinginan dan dorongan bertumbuh. Budaya kita juga menekankan pertumbuhan dan perkembangan (progresi) menuju hal yang lebih baik.

Kondisi jemaat Korintus :

  • Terlihat punya Kehidupan rohani dinamis
  • Punya banyak karunia rohani dan aktif melayani
  • Banyak mempunyai pengetahuan teologi
  • Banyak jemaat terpelajar dan kaya

Jemaat di Korintus terlihat bertumbuh dan ideal, Tetapi Paulus menyebut Korintus sebagai jemaat duniawi dan belum dewasa dalam Kristus (bdk. 1 Kor 3:1).

Apa yang menyebabkan Korintus ternyata dikatakan tidak dewasa?

  1. Pertumbuhan rohani dapat terhambat oleh hal duniawi (1 Kor 1-3)
    • Kamu yang menyebutkan diri rohani padahal masih duniawi “susulah yang kuberikan padamu…” (1 Kor 3:2), artinya jemaat Korintus belum siap untuk makanan keras. Tanda pertumbuhan adalah bisa menerima makanan yang lebih keras. Pertumbuhan rohani mereka tertunda (stunting).
    • Di dalam jemaat Korintus terdapat iri hati dan perselisihan. Galatia 5:19-20 mengatakan bahwa iri hati dan perselisihan adalah perbuatan daging.
    • John Calvin, tidak ada hal yang mematikan kerohanian selain dari iri hati. “Tidak ada yang lebih mematikan bagi kehidupan rohani selain rasa iri hati, karena iri hati membuat kita berhenti memandang kepada Tuhan dan mulai memandang kepada kehidupan orang lain.
    • Iri hari ada saaat kita mulai tidak bersyukur, mulai membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih diberkati, lebih didengar, lebih dikasihi, dll. Iri hati menyelinap dari perasaan kecil dan keliru jika dibiarkan jadi besar dan meruntuhkan sistem keimanan kita.
  2. Pertumbuhan rohani tidak mungkin terjadi jika Kristus bukan pusatnya (1 Kor 3:4-7)
    • Di Korintus, jemaat berkelompok, bersaing dan memecah belah (1 Kor 3:4). Jemaat mengkelompokan diri berdasarkan siapa pemimpinnya.
    • Pertumbuhan rohani bukan “menempel” dan mengkultuskan pemimpin tertentu. Pada saat kita mulai mengkultuskan seorang pemimpin, masalahnya bukan preferensi pilih siapa yang mau kita ikuti, masalah utamanya adalah kita memindahkan pusat perhatian dalam sistem kepercayaan dari Kristus kepada orang lain. Akibatnya terdapat perkubuan dan bertikai sehingga memecah keutuhan tubuh Kristus.
    • Pertumbuhan rohani kita datang bukan karena hamba Tuhan, bukan jasa siapapun juga, tetapi Tuhan yang memberikan karunia. Kristus harus menjadi yang utama di dalam hidup kita.
  3. Pertumbuhan rohani seharusnya membawa kita menjadi rekan sekerja Allah (1 Kor 3:8-9)
    • “Kami ini adalah kawan sekerja Allah…” 1 Kor 3:9, kita memiliki iman yang penuh bahwa kita semua sama dan punya pekerjaan bersama-sama untuk membangun jemaat Allah di dalam dunia ini tanpa perlu melihat signifikansi masing-masing. Semangatnya berkontribusi dan tidak menumbuhkan rasa iri, marah, dan benci, sehingga kasih muncul melalui buah penguasaan diri.
    • Setiap orang punya peranan masing-masing yang Tuhan karuniakan. Itu bentuk kerjasama yang diharapkan Paulus. Kita dipanggil untuk memiliki tanggung jawab bersama terhadap jemaat yang kita layani, dengan saling menopang, saling bertanggung jawab, dan memiliki rasa memiliki terhadap pelayanan ini. 

Mari kita ingat bahwa pertumbuhan rohani tidak otomatis. Pertumbuhan rohani harus dicari kepada sumber dan cara yang benar dan itu hanya ada pada Kristus. Pertumbuhan ada jika jemaat tidak punya iri hati untuk menjatuhkan orang lain.

SHARINGKAN DAN DISKUSIKAN:

  1. Pernahkah Saudara tanpa sadar membandingkan diri dengan orang lain dalam pelayanan atau kehidupan rohani? Apa dampaknya bagi hati Saudara?
  2. Bagaimana Saudara bisa memastikan bahwa Kristus tetap menjadi pusat, bukan tokoh atau pemimpin tertentu?
  3. Dalam perjalanan iman saat ini, apakah Saudara sedang benar-benar bertumbuh, atau hanya terlihat aktif?

Kiranya Tuhan memberkati Saudara

 

Tonton Video Kami yang Lain