Saling Menerima Karena Telah Menerima Dari Tuhan 既蒙神接纳,就当彼此接纳
Pdt. Timotius Fu – 1 Korintus 哥林多前书 4:6-14
Ringkasan Khotbah
Ciri khas utama kekristenan adalah anugerah. C. S. Lewis mengatakan bahwa anugerah adalah hal yang membedakan kekristenan dari agama-agama lain. Allah memberi bukan karena kita layak, dan kita pun tidak mampu membalasnya. Anugerah terbesar itu adalah Kristus Yesus, dan seluruh hidup yang kita miliki saat ini pun adalah anugerah.
Jemaat Korintus adalah jemaat yang kaya akan karunia, talenta, dan kemampuan. Namun, semua itu justru dipakai untuk menyombongkan diri, merasa lebih penting, dan akhirnya menimbulkan perpecahan. Karena itu, Paulus menegur dan mengajar agar saling membangun kehidupan kasih di dalam Kristus. Dalam 1 Korintus 4:6, Paulus berkata, “dari teladan kami kamu belajar,” lalu menegur jemaat supaya tidak menyombongkan diri dan tidak melampaui apa yang ada tertulis. Artinya, kita bukan yang paling utama, bukan yang terpenting, dan bukan raja. Sikap sombong menunjukkan bahwa seseorang tidak hidup menurut teladan Kristus, yang justru merendahkan diri-Nya untuk melayani, seperti ketika Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Bahkan, kesombongan dan rasa minder sama-sama muncul dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Dalam 1 Korintus 4:10, Paulus memakai kontras antara “kami” dan “kamu” untuk menunjukkan kerendahan hati seorang pelayan Kristus. Paulus rela dipandang kecil, lemah, dan hina, supaya yang tampak bukan kebesaran dirinya, melainkan kebesaran Kristus. Ia tidak memakai talenta atau pelayanannya untuk keuntungan ego pribadi. Lalu dalam 1 Korintus 4:7, Paulus mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bernada sindiran untuk menyadarkan jemaat: apa sebenarnya yang mereka miliki yang bukan mereka terima? Jika semuanya adalah pemberian Tuhan, mengapa mereka hidup seolah-olah semuanya berasal dari usaha dan kehebatan diri sendiri?
Akibat dari kesombongan:
- Mereka dihukum Allah (Amsal 16:18). Kita telah menerima anugerah dari Allah untuk memuliakan Allah dan menjadi saluran berkat bagi yang lain. Indikasi orang sobong adalah menganggap diri lebih baik dan lebih penting dari orang lain, menuntut dan membanding-bandingkan juga sangat suka menerima pujian.
- Menciptakan perpecahan dalam Gereja. Hal ini terjadi karena kita lebih mementingkan diri sendiri daripada gereja. Anugerah yang diterima tidak digunakan dengan bertanggungjawab. Pada akhirnya bila Gereja pecah, maka Iblis menang dan mempermalukan nama Allah.
Karena itu, orang percaya harus hidup sebagai penerima anugerah. Semua hikmat, talenta, dan kesempatan yang Tuhan beri seharusnya dipakai untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Kita hanyalah pengelola, bukan pemilik. Yang terutama bukanlah pujian manusia, melainkan pujian dari Tuhan. Sebagai sesama penerima anugerah, kita juga dipanggil untuk saling menerima. Perbedaan latar belakang, status sosial, hobi, atau bidang pelayanan tidak boleh menjadi alasan untuk meninggikan diri atau membentuk kelompok yang saling membanggakan diri. Jangan sampai pelayanan atau komisi menjadi berhala. Yang harus dijaga adalah kasih kepada Tuhan dan kesatuan gereja.
Jadi, sikap yang harus dibangun adalah kebalikan dari jemaat Korintus: rela merendahkan diri, mau melayani, mau mengalah, dan menjaga kesatuan gereja. Yang kuat menopang yang lemah, sehingga melalui hidup bersama itu nama Tuhan dimuliakan.
DISKUSIKAN:
- Mengapa sikap sombong dan minder sama-sama bisa muncul dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain?
- Bagaimana cara membangun budaya saling menghargai di gereja atau komunitas, bukan budaya saling membandingkan?
- Dalam pelayanan atau kehidupan sehari-hari, bagaimana kita bisa memakai talenta dan kepercayaan dari Tuhan tanpa menjadikannya alat untuk meninggikan diri?
REFLEKSIKAN:
- Kapan terakhir kali Saudara merasa iri, minder, atau bangga karena membandingkan diri dengan orang lain? Apa dampaknya?
- Langkah apa yang bisa kita lakukan minggu ini supaya talenta dan pelayanan kita benar-benar dipakai untuk membangun orang lain, bukan meninggikan diri?
Kiranya Tuhan memberkati Saudara