Aku Percaya karena Kristus telah Bangkit 我信因基督已复活
Pdt. Reggy Andreas– 1 Korintus 哥林多前书 15:1-11
Ringkasan Khotbah
Orang Kristen perlu memiliki iman yang melek dan teguh. Artinya, kita harus tahu apa yang kita percaya dan mengapa kita percaya. Iman Kristen bukan sekadar percaya pada ajaran Kristus, tetapi percaya kepada pribadi Yesus Kristus. Kita menjadi Kristen bukan karena hanya mengagumi Yesus, melainkan karena percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Iman Kristen adalah iman yang menyelamatkan. Kekristenan berfokus pada keselamatan yang pasti dan kekal di dalam Yesus Kristus. Seluruh kehidupan orang Kristen adalah buah dari keselamatan dalam Kristus yang diterima hanya karena anugerah. Karena itu, kehidupan Kristen bukan berakar pada moralitas, walaupun kekristenan juga mengajarkan moralitas. Hidup dalam Kristus berarti melekat dalam kuasa-Nya.
Yesus datang ke dunia bukan untuk mendirikan agama Kristen, tetapi untuk menyelamatkan kita. Kehidupan Kristen berakar pada keselamatan dan berpusat pada Injil. Karena itu, pusat pemberitaan iman Kristen adalah proklamasi Injil Yesus Kristus. Mimbar bukan terutama tempat memberi nasihat, perintah, hukum, atau falsafah, tetapi tempat memberitakan Kristus.
Keselamatan dalam iman Kristen bukan proses bertahap, seolah-olah manusia pelan-pelan menjadi selamat. Keselamatan bersifat pasti ketika seseorang percaya kepada Kristus. Jika seseorang mengandalkan perpuluhan, persembahan, atau ibadah sebagai dasar keselamatan, maka ia akan binasa. Hanya Injil yang menyelamatkan.
Dasar iman Kristen adalah kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati dan hidup selama-lamanya. Iman Kristen bersandar pada Kristus yang telah mati dan bangkit. Kebangkitan Kristus bukan sekadar cerita “katanya”, tetapi peristiwa sejarah. Yesus mati karena dosa-dosa kita, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci. Ia juga menampakkan diri kepada banyak saksi mata.
Ada tiga pesan Firman Tuhan bagi kita.
- Iman Kristen didasarkan pada nubuat Kitab Suci yang digenapi dalam fakta sejarah Kristus mati, dikuburkan, dan bangkit sesuai dengan Kitab Suci. Iman Kristen bukan sekadar “katanya”, tetapi berdiri di atas karya Kristus yang digenapi dalam sejarah dan disaksikan oleh banyak orang. Suasana bisa dibuat-buat, tetapi kebenaran tidak dapat direkayasa.
- Iman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan adalah anugerah Allah bagi keselamatan kekal. Kita diselamatkan bukan karena perbuatan baik, ibadah, persembahan, atau usaha manusia, tetapi karena rahmat Tuhan. Keselamatan adalah anugerah Allah yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam Yesus Kristus.
- Iman kepada Kristus adalah kuasa yang mengubahkan hidup. Kuasa yang bekerja dalam hidup orang percaya adalah kuasa kebangkitan Kristus. Kematian adalah satu-satunya hal yang mengalahkan manusia, tetapi kebangkitan Kristus menyatakan bahwa ada kuasa yang mengalahkan kematian. Karena Kristus bangkit, Ia juga berkuasa menghadapi segala pergumulan hidup kita.
Mari kita hidup melekat pada Kristus dan menjadi orang yang dikenal Kristus. Kita harus memiliki iman yang menyelamatkan.
DISKUSIKAN:
- Mengapa penting bagi orang Kristen untuk memiliki “iman yang melek”, yaitu tahu apa yang dipercaya dan mengapa ia percaya?
- Apa bedanya percaya kepada ajaran Yesus dengan percaya kepada pribadi Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat?
- Mengapa kebangkitan Kristus menjadi dasar yang sangat penting bagi iman Kristen, bukan sekadar tambahan dalam pengajaran Kristen?
REFLEKSIKAN:
- Apakah iman saya selama ini sungguh berpusat pada Kristus yang mati dan bangkit, atau lebih banyak bergantung pada aktivitas ibadah, suasana rohani, dan kebiasaan agama?
- Apakah saya sedang hidup melekat pada Kristus dan menjadi orang yang dikenal Kristus, atau hanya menjalankan kekristenan sebagai rutinitas?
Kiranya Tuhan memberkati Saudara