Allah itu Roh, Allah itu Esa dan Allah Tritunggal 神是灵,是三位一体独一的真神

G.I. Fany Tanujaya – Ulangan 申命记 6:4; Matius 马太福音 28:19

Ringkasan Khotbah

Doktrin Allah Tritunggal menjawab pertanyaan penting: siapakah Allah yang kita sembah? Doktrin Tritunggal sering dianggap rumit, sulit, dan tidak relevan dengan kehidupan seharihari. Padahal realitas Tritunggal sangat dekat dengan kehidupan orang percaya. Fred Sanders mengatakan, “Seorang Kristen, dan khususnya seorang Kristen Injili, adalah seseorang yang sudah terbenam dalam realitas Tritunggal, jauh sebelum ia mulai memikirkan ide tentang Tritunggal.” Dalam Injil, kita mengenal karya penebusan Allah. Kita mengikrarkan iman kepada Allah Tritunggal dan memberitakan Injil tentang karya Allah Tritunggal.

Ada tiga hal penting dalam doktrin Allah Tritunggal.

  1. Allah itu Esa
    Ulangan 6:4 berkata, “TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa.” Keluaran 20:3 juga memerintahkan, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Tuhan Yesus menegaskan kembali kebenaran yang sama dalam Markus 12:29. Karena itu, iman Kristen menolak polytheism, yaitu pandangan bahwa ada banyak Allah, dan juga menolak tritheism, yaitu pandangan bahwa ada tiga Allah yang berbeda. Kebenaran bahwa Allah itu esa juga membawa pertanyaan kepada kehidupan kita: apakah Allah sungguh menjadi satu-satunya yang kita sembah? Adakah berhala lain dalam hidup kita?
  2. Allah yang Esa adalah Bapa, Putra, dan Roh Kudus — tiga Pribadi yang berbeda
    Matius 28:19 memerintahkan murid-murid untuk membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Allah yang esa dikenal dalam tiga Pribadi yang berbeda, namun memiliki satu substansi yang sama. Dalam peristiwa baptisan Yesus di Matius 3:16–17, Yesus berada di dalam air, Roh Allah turun seperti burung merpati, dan suara Bapa terdengar dari surga. Ketiganya hadir dan dapat dibedakan. Karena itu, iman Kristen menolak modalisme, yaitu pandangan bahwa Allah hanya satu pribadi yang muncul dalam tiga peranan yang berbeda. Iman Kristen juga menolak pandangan Oneness, yang menyamakan Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai satu pribadi yang sama.
  3. Tiap Pribadi sepenuhnya Allah
    Yohanes 1:1–2 menyatakan bahwa Firman bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Kisah Para Rasul 5:3–4 juga menunjukkan bahwa mendustai Roh Kudus berarti mendustai Allah. Karena itu, Bapa adalah Allah, Putra adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Iman Kristen menolak Unitarianisme, yang mengatakan bahwa hanya ada satu Pribadi Allah sehingga Yesus dan Roh Kudus bukan Allah. Iman Kristen juga menolak Arianisme, yang memandang Yesus sebagai ciptaan Allah yang tertinggi tetapi lebih rendah dari Bapa, dan Roh Kudus bukan Pribadi Ilahi.

Apa relevansi Allah Tritunggal bagi kehidupan kita?
Persekutuan kasih telah ada di dalam Allah sejak kekekalan. Allah menciptakan manusia untuk hidup dalam persekutuan kasih dengan-Nya. Karena itu kehidupan orang percaya berkaitan dengan:

  • Connecting to Christ
  • Connecting to Church
  • Connecting to the contemporary world

Namun dosa merusak persekutuan kasih manusia dengan Allah. Bapa mengutus Putra untuk menebus manusia dari dosa. Bapa dan Putra mengutus Roh Kudus untuk menerapkan karya penebusan Kristus dan diam di dalam orang percaya. Roh Kudus kemudian mempersatukan orang percaya sebagai Gereja. Gereja dipanggil untuk bermisi membawa kabar baik kepada dunia yang berdosa, supaya manusia direkonsiliasikan kepada Allah dan kembali hidup dalam persekutuan dengan-Nya. Inilah Amanat Agung. Karena itu, jemaat Tuhan hadir dalam berbagai konteks dan panggilan kehidupan untuk membawa orang kepada Tuhan dan memberitakan keselamatan.

“Pikiran manusia tidak bisa sepenuhnya memahami misteri Tritunggal. Orang yang mencoba memahami misteri itu sepenuhnya akan kehilangan akalnya; tetapi orang yang menolak Tritunggal akan kehilangan jiwanya.”

DISKUSIKAN:

  1. Mengapa penting bagi orang Kristen memahami bahwa Allah itu esa, namun dikenal sebagai Bapa, Putra, dan Roh Kudus?
  2. Dari tiga penegasan utama tentang Tritunggal — Allah itu esa, Bapa/Putra/Roh Kudus adalah tiga Pribadi yang berbeda, dan masing-masing sepenuhnya Allah — bagian mana yang menurut Saudara paling sering disalahpahami? Mengapa?
  3. Bagaimana karya Bapa, Putra, dan Roh Kudus dalam keselamatan menolong kita memahami panggilan gereja untuk hidup dalam persekutuan dan menjalankan Amanat Agung?

REFLEKSIKAN:

  1. Jika Allah adalah satu-satunya yang layak disembah, adakah “berhala” lain dalam hidup saya yang diam-diam mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik Tuhan?
  2. Apakah kehidupan saya saat ini sungguh menunjukkan bahwa saya terhubung dengan Kristus, hidup dalam persekutuan gereja, dan hadir membawa kabar baik kepada dunia?

Kiranya Tuhan memberkati Saudara

Tonton Video Kami yang Lain