Firman-Mu Pelita bagi Kakiku dan Terang bagi Jalanku 你的话·是我脚前的灯,路上的光

Pdt. Reggy Andreas – 2 Timotius 提摩太后书 3:16-17

Ringkasan Khotbah

Hidup manusia sering dipenuhi ketidakpastian. Kita bisa merencanakan, tetapi tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi. Hidup juga penuh interupsi, dan di tengah banyaknya informasi kita justru bisa semakin sulit membedakan mana yang benar. Karena itu, firman Tuhan sangat penting sebagai pelita bagi kaki dan terang bagi jalan kita.

Alkitab adalah Firman Tuhan yang tertulis. Firman Tuhan perlu dituliskan supaya kita dapat membedakan kebenaran dengan jelas. Kita hidup di dunia di mana setan pun dapat tampil sebagai malaikat terang. Tanpa firman yang tertulis, kita mudah tertipu.

Dalam 2 Timotius 3:16–17 dikatakan bahwa seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah. Secara literal, “diilhamkan Allah” berarti “dinafaskan Allah”. Artinya, sumber Kitab Suci adalah Allah. Alkitab bukan hasil dikte langsung, tetapi Allah menggerakkan orang-orang pilihan-Nya melalui Roh Kudus untuk menuliskan apa yang dikehendaki-Nya. Karena itu, seluruh Kitab Suci adalah Firman Allah.

Tujuan utama Kitab Suci adalah membawa manusia mengenal keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus. Dari Kejadian sampai Wahyu, Alkitab menyatakan Yesus Kristus. Keselamatan bukan karena kita melakukan sesuatu, tetapi karena kita menerima Yesus Kristus dengan iman.

Lalu, apa manfaat firman Tuhan jika direnungkan setiap hari?

  1.  Firman Tuhan memimpin hidup kita selangkah demi selangkah
    Firman Tuhan tidak selalu menunjukkan seluruh perjalanan sekaligus. Ia menuntun langkah demi langkah. Karena itu, kita perlu belajar taat dalam setiap langkah hidup kita.
  2. Firman Tuhan menerangi secercah demi secercah
    Setiap hari firman Tuhan menerangi pikiran dan hati kita. Sedikit demi sedikit, kita belajar memahami maksud Tuhan. Sering kali pikiran kita tidak sejalan dengan firman Tuhan, tetapi firman menolong kita melihat dengan benar.
  3. Firman Tuhan membentuk kita setahap demi setahap
    Firman Tuhan membentuk kepribadian dan karakter kita. Perubahan tidak terjadi sekaligus, tetapi melalui proses yang terus berlangsung.

2 Timotius 3:16–17 juga menunjukkan bagaimana firman bekerja dalam hidup kita:
• Mengajar apa yang benar — to be informed
Firman Tuhan mengajarkan kebenaran kepada kita.
• Menyatakan kesalahan — to be reformed
Firman menolong kita menyadari bagian hidup yang salah dan perlu diperbaiki.
• Memperbaiki kelakuan — to be transformed
Firman Tuhan sanggup mengubah perilaku dan kehidupan kita.
• Mendidik dalam kebenaran — well performing
Firman memperlengkapi kita supaya kebenaran yang kita terima menjadi nyata dalam hidup.

Karena itu, merenungkan firman Tuhan setiap hari bukan hanya sekadar membaca. Kita perlu bertanya: kebenaran apa yang Tuhan ajarkan? Teguran apa yang Tuhan berikan? Perubahan apa yang harus terjadi? Dan apa yang harus saya lakukan? Firman Tuhan perlu terus dilakukan sampai menjadi kebiasaan dan karakter kita. Itulah pekerjaan firman Tuhan dalam hidup orang percaya. Pemenang adalah orang yang tidak dapat dihalangi oleh kegelapan, karena ia memiliki terang kehidupan, yaitu Firman Tuhan. 

DISKUSIKAN:

  1. Mengapa orang percaya membutuhkan Firman Tuhan sebagai “pelita” dan “terang” di tengah hidup yang penuh ketidakpastian dan begitu banyak informasi?
  2. Menurut saudara, apa bedanya hanya membaca Alkitab dengan sungguh membiarkan Firman Tuhan memimpin, menegur, dan membentuk hidup kita?
  3. Bagaimana Firman Tuhan bekerja secara bertahap dalam hidup orang percaya—mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik dalam kebenaran?

REFLEKSIKAN:

  1. Dalam keputusan dan respons saya sehari-hari, apakah saya sungguh memberi ruang bagi Firman Tuhan untuk menerangi langkah saya?
  2. Apakah Firman Tuhan sudah menjadi kebiasaan dan karakter dalam hidup saya, atau masih berhenti pada pengetahuan yang saya baca dan dengar?

Kiranya Tuhan memberkati Saudara

Tonton Video Kami yang Lain