Keragaman untuk Membangun 多元共建
Pdt. Reggy Andreas – 1 Korintus 哥林多前书 12:12-31
Ringkasan Khotbah
Gereja Korintus adalah gereja lokal yang kaya dalam banyak hal, termasuk karunia rohani dan kemampuan finansial. Namun, gereja ini miskin dalam kesatuan dan kesehatian. Karena itu, Paulus menasihati mereka agar memahami bahwa gereja adalah tubuh Kristus yang terdiri dari banyak anggota, tetapi tetap satu tubuh.
Gereja adalah habitat pertumbuhan rohani bagi orang percaya. Karena itu, gereja harus menjadi gereja yang sehat, yaitu gereja yang hidup sesuai dengan rancangan Tuhan. Nasihat Paulus dalam 1 Korintus 12 diberikan secara kontekstual kepada gereja lokal Korintus. Hal ini menunjukkan bahwa gereja lokal sangat diperhatikan dalam Perjanjian Baru. Jika gereja lokal bertumbuh sehat, maka gereja yang Am juga bertumbuh.
Gereja yang sehat akan memengaruhi kehidupan sehari-hari orang percaya. Orang Kristen dipanggil untuk hidup rohani di dalam Kristus, baik secara pribadi maupun di tengah kehidupan publik. Untuk memelihara pertumbuhan rohani itu, Tuhan menyediakan gereja sebagai habitat bagi umat-Nya. Sebaliknya, perpecahan dalam gereja lokal akan berdampak buruk bagi anggota gereja dan menjadi kesaksian yang buruk bagi dunia.
Paulus berkata bahwa tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, “demikian pula Kristus.” Paulus tidak sekadar berkata “tubuh Kristus”, tetapi “Kristus”, karena orang percaya tidak pernah terpisah dari Kristus. Karena itu, orang Kristen tidak dapat berkata bahwa ia mengasihi Kristus tetapi tidak mau bergereja. Persekutuan dalam gereja sangat penting, dan tidak cukup hanya hadir dalam kebaktian umum. Diperlukan juga kelompok-kelompok kecil agar orang percaya dapat saling memperhatikan, meneguhkan, dan mengonfirmasi kehidupan rohaninya.
Gereja dilahirkan oleh Roh Kudus, dengan Kristus sebagai batu penjuru. Relasi di dalam tubuh Kristus bukan sekadar relasi organisasi, melainkan relasi hidup yang sama di dalam Roh Kudus. Gereja hidup dari Roh Kudus, baik dalam natur, pertumbuhan, maupun panggilannya. Karena itu, relasi di dalam gereja adalah relasi keluarga rohani yang lebih kuat daripada sekadar struktur organisasi.
Ada dua sikap yang tidak boleh terjadi di dalam gereja.
- Merasa tidak dibutuhkan
Ada orang yang merasa dirinya kurang penting karena tidak menonjol, tidak terlihat, atau tidak memiliki peran yang dianggap utama. Setiap anggota memiliki tempat yang Tuhan berikan. Merasa kurang terlihat bukan berarti tidak penting. - Merasa tidak membutuhkan yang lain
Ada juga orang yang merasa paling penting, paling terhormat, atau berpikir bahwa gereja tidak akan berhasil tanpa dirinya. Inilah sikap superioritas yang dapat muncul dalam pelayanan. Semua anggota tubuh saling membutuhkan.
Lalu, bagaimana kehidupan bergereja yang sesuai dengan Firman Tuhan? Gereja adalah keluarga rohani, tempat setiap anggota dapat bertumbuh karena ada penerimaan kasih.
- Yang paling lemah justru paling dibutuhkan
Dalam budaya dunia, orang sering dihargai berdasarkan prestasi. Namun, gereja tidak boleh memakai cara pandang meritokrasi seperti itu. Gereja bukan membangun prestasi, tetapi membangun karakter orang percaya. Karena itu, anggota yang tampak paling lemah justru perlu diperhatikan dan diterima dengan kasih, supaya mereka dapat bertumbuh. - Anggota yang kurang terhormat diberi penghormatan khusus
Karena kasih, kita menaruh penghormatan khusus bagi orang-orang yang kelihatan “kurang terhormat” karena kita adalah sekeluarga. - Kesatuan dibangun dengan saling memperhatikan
Kesatuan gereja bukan kesatuan yang semu, tetapi kesatuan batin. Gereja dipanggil untuk saling memperhatikan, saling menanggung, dan saling membangun.
Paulus berkata, “Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.” Menjadi anggota tubuh Kristus bukan terutama soal hak, tetapi soal kewajiban dan tanggung jawab. Sama seperti anggota keluarga memiliki tanggung jawab dalam keluarga, demikian juga anggota gereja memiliki tanggung jawab dalam tubuh Kristus.
Kita menjadi anggota tubuh Kristus bukan karena prestasi, tetapi karena kasih karunia Tuhan. Karena itu, kita dipanggil untuk bertanggung jawab bagi gereja. Sekecil apa pun bagian yang kita lakukan, kita sedang mengambil bagian dalam membangun tubuh Kristus. Bertumbuhlah dalam gereja, dan Tuhan akan memampukan kita hidup sebagai anak-anak-Nya serta menjadi saksi bagi-Nya.
DISKUSIKAN:
- Mengapa gereja lokal penting sebagai “habitat pertumbuhan rohani” bagi orang percaya, dan apa bahayanya jika orang Kristen ingin mengasihi Kristus tetapi menjauh dari gereja?
- Dalam kehidupan bergereja, mana yang lebih sering muncul: merasa tidak dibutuhkan atau merasa tidak membutuhkan orang lain? Mengapa kedua sikap ini berbahaya bagi kesatuan tubuh Kristus?
- Bagaimana gereja dapat menjadi keluarga rohani yang sungguh memperhatikan anggota yang lemah, kurang terlihat, atau kurang dianggap penting?
REFLEKSIKAN:
- Di dalam tubuh Kristus, apakah saya lebih sering merasa tidak penting, atau justru merasa terlalu penting?
- Apakah selama ini saya sudah menjalankan tanggung jawab saya sebagai anggota tubuh Kristus, atau lebih banyak hanya menuntut hak dan perhatian dari gereja?
Kiranya Tuhan memberkati Saudara