Hidup dalam Kerelaan 心甘情愿的生活
Pdt. Reggy Andreas – Efesus 以弗所书 6:6-8
Ringkasan Khotbah
Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang mungkin tetap kita lakukan, tetapi sebenarnya kita lakukan dengan terpaksa. Kita melakukan tugas, tanggung jawab, pekerjaan, atau pelayanan, tetapi hati kita tidak sungguh rela.
Keterpaksaan bukan hal kecil. Ketika sesuatu yang baik dilakukan dengan terpaksa, hal itu dapat menghasilkan kebiasaan buruk yang lain. Pertama, kita tetap melakukan, tetapi sambil mengeluh dan menyalahkan orang lain. Kedua, kita tidak melakukan yang terbaik, melainkan hanya sekadarnya. Ketiga, kita membuang waktu, karena apa yang seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh justru dilakukan tanpa kualitas.
Ketika kita terus-menerus mengurangi kualitas sikap dan perbuatan kita, sebenarnya kita sedang merusak kualitas diri kita sendiri. Karena itu, iman dan etika Kristen mengajarkan bahwa kita bertanggung jawab atas apa yang kita putuskan dan lakukan, apa pun penyebabnya. Dengan prinsip ini, kita belajar untuk tidak terus menyalahkan orang lain. Namun, ada perbedaan antara “terpaksa” dan “memaksa diri untuk taat.” Orang Kristen dipanggil untuk belajar menyangkal diri. Kadang kita perlu memaksa diri melakukan apa yang Tuhan mau, meskipun hal itu tidak sesuai dengan keinginan diri. Tanpa menyangkal diri, kita tidak akan bertumbuh dan berbuah.
Efesus 6:6-8 berbicara kepada para budak yang sudah menjadi orang percaya. Di dalam Tuhan mereka telah menerima pengharapan dan kebebasan, tetapi secara status sosial mereka masih tetap budak. Keadaan ini bisa membuat mereka bekerja dengan terpaksa. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa sekalipun status mereka belum berubah, etos hidup mereka harus berubah. Mereka bukan hanya budak manusia, tetapi hamba Kristus. Dari bagian ini, ada tiga nasihat firman Tuhan bagi orang percaya.
- Hidup bukan sekadar untuk dilihat orang, tetapi dengan segenap hati.
Orang percaya tidak dipanggil untuk hidup hanya demi menyenangkan hati manusia atau supaya terlihat baik di depan orang lain. Kita adalah hamba-hamba Krsitus yang melakukan kehendak Allah dengan segenap hati. Ketulusan dan kesungguhan kita penting di hadapan Tuhan. - Rela melakukan segala sesuatu seperti melayani Tuhan.
Apapun yang kita kerjakan seharusnya dilakukan dengan kerelaan, seperti orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Hidup adalah ibadah. Karena itu, kita tidak boleh bekerja atau melayani dengan sikap hitung-hitungan. Ketika kita melakukan firman Tuhan dcengan rela, kita sedang dibentuk menjadi pribadi yang berbeda dan semakin berkualitas. - Percaya bahwa Tuhan memberi upah bagi setiap perbuatan baik.
Tuhan melihat setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh prang percaya. Upah dari Tuhan bukan hanya berbicara tentang kekekalan, tetapi juga dapat dinyatakan dalam kehidupan sekarang. Karena itu, kualitas kerja dan pelayanan kita tidak boleh ditentukan oleh upah yang kita terima dari manusia. Kualitas pekerjaan kita menunjukkan kualitas diri kita di hadapan Tuhan.
Hidup dalam kerelaan berarti melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita bukan dengan sungut-sungut, bukan sekadarnya, dan bukan untuk dilihat orang, tetapi dengan segenap hati sebagai hamba Kristus. Kita belajar menyangkal diri, melakukan kehendak Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan melihat serta menghargai setiap kebaikan yang dilakukan di hadapan-Nya.
DISKUSIKAN:
- Mengapa melakukan hal yang baik dengan hati yang terpaksa dapat merusak kualitas diri, pekerjaan, pelayanan, dan kesaksian hidup kita?
- Apa bedanya “terpaksa melakukan sesuatu” dengan “memaksa diri untuk taat kepada Tuhan” sebagai bagian dari menyangkal diri?
- Dalam pekerjaan, keluarga, atau pelayanan, bagaimana kita dapat belajar melakukan tanggung jawab dengan segenap hati seperti sedang melayani Tuhan, bukan hanya manusia?
REFLEKSIKAN:
- Dalam hal apa saya paling sering melakukan tanggung jawab dengan hati yang terpaksa, sambil mengeluh atau hanya sekadarnya?
- Apakah kualitas kerja dan pelayanan saya selama ini lebih ditentukan oleh penilaian manusia, atau oleh kesadaran bahwa Tuhan melihat dan menghargai setiap perbuatan baik?
Kiranya Tuhan memberkati Saudara